5 Tips Aman Utang ke Pinjol

Jakarta, CNN Indonesia —

Kemudahan akses serta minimnya persyaratan membuat fintech peer to peer lending atau pinjaman online ( pinjol ) menjadi penyelesaian kebutuhan dana masyarakat pada tengah situasi darurat.

Namun, rendahnya literasi hingga keterbatasan regulasi menghasilkan debitur rentan terhadap tipuan bunga tinggi hingga menjadi korban dari praktik penagihan tak manusiawi oleh karakter jasa pinjol ilegal.

Untuk itu, umum perlu lebih cermat serta hati-hati dalam menarik pinjaman secara online.


Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho memberikan sejumlah tips untuk memperoleh pinjaman online bertambah aman dan tak menjelma korban pelaku praktik peer to peer lending gelap.

Namun dia sendiri menyarankan agar pinjol menjadi alternatif terakhir sebab memang bunganya yang nisbi besar dibandingkan dengan pinjaman legal lain.

“Alternatif sebelumnya adalah menjual/menggadaikan aset, atau mendapatkan pinjaman dari teman atau belahan kita, ” ujarnya kepada CNNIndoensia. com .

1. Hindari Permintaan Pinjol  via SMS

Andy menuturkan kebanyakan pelaku pinjol ilegal menawarkan jasanya melalui layanan perintah singkat ke nomor handphone pribadi atau chat mencuaikan aplikasi WhatsApp.

Jika memiliki kebutuhan sedekah yang sangat mendesak, disarankan untuk memilih aplikasi yang terdaftar di Otoritas Pertolongan Keuangan. Cara mengeceknya biar mudah, yakni melalui posisi resmi ojk. go. id.

“Jangan meminjam dari pinjol yang menganjurkan produknya dengan cara mengirim SMS/WhatsApp langsung ke kita, karena hal tersebut ialah salah satu indikasi pinjol ilegal. Untuk memastikan pinjol yang akan kita apply adalah legal, bisa cek di websitenya OJK, ” ucapnya.

2. Pahami Sarana dan Ketentuan

Selain mengecek legalitas daya pemberi pinjaman, Andy pula menyarankan masyarakat meluangkan zaman untuk membaca terlebih awal syarat dan ketentuan dengan diberikan.

Sebab, kebanyakan pinjaman online menjelma masalah di kemudian hari karena nasabah tidak sungguh-sungguh memahami ketentuan hingga rencana pengembalian pinjaman.

“Seperti berapa lama tenor dan bunga yang mau dikenakan, termasuk akan adanya biaya admin dan lain-lain. Bahkan kalau perlu menimbulkan agar dibuatkan simulasinya sesuai jumlah yang akan kita apply, agar kita bertambah jelas memahaminya, ” tutur Andy.

3. Jangan Berikan Akses Kontak Pribadi

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing sebelumnya meningkatkan kelompok untuk tidak menyetujui pinjam online yang meminta mengakses data kontak pribadi dalam handphone.

Pokok, biasanya data tersebut digunakan oleh pinjol ilegal buat melakukan praktik penagihan pinjaman yang tak manusiawi, berangkat dari ancaman, pelecehan maka pemerasan.

Data pribadi debitur juga sensitif disebarluaskan dan orang-orang yang terdaftar dalam kontak handphone sering jadi sasaran permintaan utang.

“Selalu mereka meminta kita mengizinkan semua data dan relasi di handphone bisa diakses. Ini malapetakanya. Jadi tetap, dia, kekuatan pinjol gelap, adalah data kontak di handphone. Oleh karena itu masyarakat kita selalu ditawarkan untuk mengizinkan ini, ” tuturnya.

Cek tips lain dalam meminjam uang dari pinjol  pada kaca berikutnya.

Ukur Penguasaan Bayar

MENANGKAP HALAMAN BERIKUTNYA