Banjir Bandang NTT, 12 Kampung dan 6 Kecamatan Terisolasi

Jakarta, CNN Indonesia —

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menjelaskan   banjir bandang dengan terjadi di sejumlah kawasan di provinsi itu melahirkan akses jalan dan jembatan terputus hingga membuat warga setidaknya pada 12 desa dan 6 kecamatan terasing.

“Untuk wilayah terisolasi yaitu ada enam desa di Kabupaten Malaka, karena jembatan putus, ” kata Josef dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4) malam.

“Di Kabupaten Flores Timur, pada Adonara ada beberapa, kira-kira 6 desa terisolir, terisolasi karena longsoran jalan. Jalannya tidak bisa terlewati sebab kendaraan bermotor, ” lanjutnya.


Selain di perut kabupaten itu, ia menyebut ada enam kecamatan pada Kabupaten Sabu Raijua dengan juga terisolasi.

“Kemudian di Sabu Raijua itu ada 6 kecamatan terisolasi, karena jalan habis dan jembatan terputus, ” ucap dia.

Pada kesempatan yang serupa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan untuk daerah yang terisolasi, pihaknya bakal mengirimkan bantuan menggunakan helikopter.

“Sementara udah tiga unit yang akan digerakkan ke wilayah NTT, kalau nanti kurang atau menetapkan bantuan lagi, tentu BNPB akan siapkan. Tentu kita harap dari Mabes TNI dan Polri kita harap bisa kirimkan helikopter pula untuk bantuan, ” logat dia.

Sebelumnya banjir bandang menerjang sejumlah kabupaten dan kota di NTT kelanjutan cuaca ekstrem. Presiden Jokowi telah meminta agar BNPB dan sejumlah kementerian turut mengatasi bencana tersebut secara cepat.

“Secara cepat melakukan evakuasi serta penanganan korban bencana mengikuti penanganan dampak bencana, ” ujar Jokowi dalam tanda tertulisnya.

Tengah hingga Senin malam, ada total 84 orang meninggal dan 71 lainnya jatuh akibat bencana itu.

(yoa/end)

[Gambas:Video CNN]