BRIN: GLOW Tak Ganggu Hewan Malam di Kebun Sundal Bogor

Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Badan Penelitian dan Inovasi Nasional ( BRIN ) Laksana Tri Handoko mengatakan atraksi malam menggunakan lampu hias di Parak Raya Bogor , GLOW , tidak mau mengganggu kehidupan hewan di kebun botani itu.

Menurut Laksana, Kebun Raya Bogor berada di tengah keriuhan kota, sehingga hewan-hewan yang berada di sana sudah terbiasa secara lingkungan seperti itu.

“Kekhawatiran tersebut kurang beralasan, terlebih untuk parak raya kota seperti Kebun Raya Bogor yang tersedia di tengah keriuhan dan gemerlap kota, ” ujar Laksana kepada CNNIndonesia. com melalui pesan teks, Selasa (28/9).


Sebelumnya sejumlah mantan Kepala Kebun Raya Bogor memberikan kritik atas rencana penyuguhan atraksi malam menggunakan lampu hias, GLOW.

Atraksi ini dikhawatirkan bakal mengganggu kehidupan hewan dalam kebun raya tersebut pokok berpotensi mengubah keheningan malam Kebun Raya.

“Nyala dan kilau lampu dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan hewan dan serangga penyerbuk, ” tulis mereka di surat resmi yang berjudul ‘Menjaga Marwah Kebun Raya’ seperti diterima CNNIndonesia. com, Senin (27/9).

Kemudian Laksana menjelaskan mengenai jadwal atraksi tersebut yang tidak akan diselenggarakan setiap hari. GLOW direncanakan berlangsung pada akhir pekan saja, namun jika ada penggandaan jadwal tidak akan bertambah dari empat kali dalam sepekan.

“Itupun tidak setiap hari, saat ini rencananya hanya Sabtu dan Minggu, kalaupun ditambah kelak tidak lebih sejak empat kali perminggu, ” jelasnya.

Selain itu, Bagaikan mengatakan inovasi wisata laksana GLOW biasa diselenggarakan dalam berbagai kebun raya dunia.

“Inovasi eduwisata semacam GLOW biasa diselenggarakan di berbagai kebun sundal dunia, ” ujarnya.

Dilansir dari laman resmi BRIN, sejumlah kebun raya yang memiliki atraksi seperti GLOW di antaranya adalah Desert Botanical Garden (Phoenix, Arizona), Singapore Botanic Gardens (Singapura), Fairchild Tropical Botanic Garden (Miami, USA), Atlanta Botanical Garden (Atlanta), dan Botanical Garden Berlin (Jerman).

Parak Raya Bogor memiliki lima fungsi utama, yaitu pelestarian, penelitian, edukasi, wisata, serta jasa. Sehingga inovasi dibutuhkan untuk mengoptimalkan kebermanfaatan sejak fungsi-fungsi tersebut.

“Berdasarkan fungsinya, kebun sundal memiliki lima fungsi istimewa, yaitu konservasi, penelitian, les, wisata, dan jasa lingkungan. Kelima fungsi tersebut membutuhkan inovasi agar kebermanfaatannya optimal dirasakan publik, ” membuka Laksana lewat siaran pers, Selasa (28/9).

(lnn/eks)

[Gambas:Video CNN]