Buya Syafii soal Baliho: Sensualitas Kekuasaan Terlalu Menonjol

Yogyakarta, CNN Nusantara —

Mantan Ketua Umum Pengurus Was-was Muhammadiyah  Ahmad Syafii Maarif   atau akrab disapa Buya Syafii  menilai pemasangan  baliho bergambar politikus di kala pandemi  mencerminkan  keinginan berkuasa  yang sungguh-sungguh besar.

“Rakyat sudah banyak yang telah ketar-ketir dengan keadaan yang sudah begini. Syahwat kekuasaan terlalu menonjol, kasihan rakyatnya, ” cetusnya, saat ditemui di kediamannya di  Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, Jumat (3/9).

Sarjana Muslim itu juga meminta para politikus bersabar, membekukan diri untuk promosi pencalonan.


“Saya harap partai-partai politik atau politisi ini menahan diri dulu lah. Kasihan bangsa ini, pinjaman negara juga makin banyak, keuangan kita juga tak bagus. Pertumbuhan ekonomi selalu begitu, anak yatim yang kematian orangtua karena Covid juga banyak. Mbok tersebut diperhatikan bersama-sama, ” kata dia.

Situasi Covid-19 saat ini yang diklaim membaik pun, sendat Buya, tak bisa jadi jaminan kondisi aman. Pemerintah, menurutnya sama sekali tidak boleh lengah dalam jalan pengendalian pandemi ini.

Lalai sedikit sekadar, bisa-bisa negara kembali dirundung gelombang  pandemi. “Sekarang kita harus konsentrasi dulu sungguh. Kalau sudah bebas ya bolehlah, kemudian berkompetisi dapat, ” imbuh Buya Syafii.

Melihat sikap para politikus berbaliho itu, Buya pula memandang  lumhrah apabila kritik terus bermunculan di klub, misalnya, berupa  coretan ataupun lukisan satire di penghalang kota alias mural.

Bagi Buya, kritik lewat mural itu dapat diterima asal memuat konten yang tak melanggar sopan santun atau tidak merusak tebal telinga atau bangunan publik.

“Perkara mengkritik pemerintah oke, tapi sampaikan secara cara-cara yang elegan, dengan baik, dan juga negeri mendengar kritik itu. Oleh karena itu jangan jor-joran kekuasaan, tersebut namanya kita tidak punya kepekaan, ” pungkasnya.

Sebelumnya, baliho bergambar sejumlah politikus menghiasi jalanan di berbagai daerah. Contohnya, baliho dengan foto Ketua DPR Puan Maharani yang disertai tulisan “Kepak Sayap Kebhinnekaan”, baliho Menko Perekonomian Airlangga  Hartarto  bertuliskan “Kerja untuk Indonesia”.

(kum/arh)

[Gambas:Video CNN]