Cegah Kerumunan, Polda Metro Buat Praktik Bayar Pajak Online

Cegah Kerumunan, Polda Metro Buat Praktik Bayar Pajak Online

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktorat Lalu Lintas  Polda Metro Jaya meluncurkan aplikasi Si Ondel atau Online Delivery dalam menampung kebutuhan masyarakat dalam pengurusan retribusi kendaraan bermotor tahunan di sedang pandemi  Covid-19 .

Direktur Morat-marit Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengutarakan aplikasi itu bertujuan untuk mencegah kerumunan masyarakat dalam rangka menghalangi penularan virus corona.

“Aplikasi ini jadi jawaban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, salah satu cara cegah penularan penyakit ini, menghindari kerumunan dan mengurangi interaksi antarorang, ” kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Selasa (22/9).


Sambodo mengatakan lewat aplikasi itu masyarakat dapat membayarkan retribusi kendaraan di mana saja, tanpa harus datang ke kantor Samsat. Bukti pembayaran pajak kendaraan itu juga akan langsung diantarkan ke rumah pemohon pajak.

“Di STNK setiap tahun ada stiker di STNK (bukti bayar pajak), kalau kita bayar pajak stiker ini akan ditempelkan di kotak. Pembayaranya secara online oleh karena itu stikernya akan dikirimkan ke sendi, ” ujarnya.

Menurut Sambodo, masyarakat dengan BPKB-nya sedang di-leasing atau diagunkan, masih tetap bisa membayarkan retribusi kendaraan bermotor lewat aplikasi itu.

“Tetap bisa membayar pajak kendaraan bermotor lewat praktik Si Ondel, ” katanya.

Lebih lanjut, Sambodo menyebut masyarakat yang mengurus pajak instrumen bermotor lewat aplikasi Si Ondel bisa melakukan pembayaran secara nontunai. Pihaknya telah bekerja sama secara sembilan bank untuk memudahkan asosiasi membayar, antara lain, Bank DKI, Bukopin, BTN, BRI, My Bank, Permata, Mandiri serta BCA.

Saat ini aplikasi tersebut baru bisa diakses di smartphone berbasis Android, sementara untuk IOS masih proses pengembangan.

Selain aplikasi Si Ondel, Ditlantas Polda Metro juga meluncurkan aplikasi Si Jampang ataupun Jaga Persimpangan. Aplikasi ini berniat untuk memantau keberadaan anggota Polantas yang bertugas secara real time dan online.

Sambodo mengatakan aplikasi Si Jampang memiliki menu panic button yang bisa digunakan oleh anggota untuk mengadukan peristiwa kecelakaan maupun kemacetan dalam titik tempat mereka bertugas.

“Seluruh pemegang aplikasi mampu mengetahui yang bersangkutan dalam memusnahkan dan unit-unit terdekat di tempat tersebut bisa datang ke anggota, ” ujarnya.

(dis/fra)

[Gambas:Video CNN]