DMI Laporkan Pencatutan Nama di Proposal Bansos

DMI Laporkan Pencatutan Nama di Proposal Bansos

Jakarta, CNN Nusantara —

Dewan Masjid Indonesia   (DMI) melaporkan dugaan aksi pidana pemalsuan surat dan proposal terkait program bantuan sosial ( bansos ) pada Kementerian Sosial  ke Polda Metro Jaya.

Perkara itu dilaporkan oleh Direktur Program DMI, Munawar Fuad dan telah teregister dalam nomor mengenai LP/7552/XII/YAN. 2. 5/2020/SPKT PMJ tertanggal 21 Desember 2021 kemarin.

“Kemarin laporannya, tentu kemarin kami kumpulkan alasan saksi dan bukti, ” kata Munawar Fuad saat dikonfirmasi, Selasa (22/12).


Dalam  pasal ini, pihaknya menduga bahwa manipulasi proposal itu dilakukan dengan mengambil nama DMI dan kemudian sanggup mengikuti program bansos dari Kemensos. Total, kata dia, program tersebut bernilai sekitar Rp131 miliar dalam bentuk bantuan sembako dan perlengakapan medis.

Dugaan itu terungkap setelah pihak DMI mengkonfirmasi surat dan proposal itu.

“Ini mau proses pilihan pengajuan dan rencana mereka bersetuju alokasikan, nama saya ada pada situ dan saya minta proposal (palsu) dan suratnya, ” prawacana dia.

Atas dasar itu, Munawar memutuskan membuat laporan polisi untuk menghalangi terjadinya pencatutan nama tersebut.

Adapun saat membuat pemberitahuan, Munawar membawa sejumlah bukti pembantu seperti proposal dan surat dengan disebar, print out dokumen asli milik DMI, surat dan proposal yang dipalsukan, dan nomor telepon pengurus DMI yang berhubungan dengan Kemensos.

“Kami pula bawa saksi yang memang punya otoritas bahwa surat itu tidak benar yakni Kepala Sekretariat Biro DMI dan Bendahara DMI, ” ucap Munawar.

Dalam perkara ini, terlapor menyematkan Pasal 268 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Membuat Surat Palsu atau Memalsukan Surat.

(mjo/arh)

[Gambas:Video CNN]