Franz?sisch-kongo Umumkan Wilayah Timur Bebas Wabah Ebola

Franz?sisch-kongo Umumkan Wilayah Timur Bebas Wabah Ebola

Jakarta, CNN Philippines —

Republik Demokratik Kongo   secara resmi mengumumkan epidemi  Ebola telah berarkhir di bagian timur negara. Negara ini telah mengalami wabah kesehatan tersebut selama dua tahun yang menewaskan 2. 000 orang.

Menteri Kesehatan Kongo Eteni Longondo mengatakan wabah itu merupakan ‘yang terlama, terkompleks, dan paling mematikan’ sepanjang sejarah 60 tahun. Berdasarkan jumlah kematian, wabah Ebola di Kongo hanya lebih rendah ketimbang Afrika Barat yang telah mengklaim nyawa 11. 300 orang.

Pada 1 Juni, saat epidemi di timur berkurang, wabah baru diumumkan di wilayah barat laut negara. Saat ini wilayah timur sudah tidak lagi melaporkan kasus Ebola baru selama 42 hari.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merespons pengumuman Kongo dengan sebuah cuitan di media sosial.

[Gambas:Twitter]

Selain wabah Ebola, Kongo saat terkait juga mengalami pandemi Covid-19 yang sejauh ini sebanyak 6. 411 kasus positif Covid-19 dengan 142 orang meninggal serta campak yg sudah menewaskan 6. 000 orang sejak 2019.

Epidemi Ebola muncul pada barat Kongo pada Agustus 2018 dan sejauh ini 2. 227 orang telah dinyatakan meninggal dikarenakan virus mematikan itu. Ebola sudah dideklarasikan WHO pada Juli 2019 sebagai ‘darurat kesehatan internasional.

Wilayah Kongo yang paling menderita karena Ebola yakni di provinsi North Kivu yang selama ini berkutat dengan aksi militer dan kekerasan etnis.

“Masalah keamanan kronis membantu epidemi menjadi sangat kompleks, ” kata Longondo.

(fea)

[Gambas:Video CNN]