Ganjar soal Investasi Minim: Kami Hangat Rasakan Infrastruktur

Ganjar soal Investasi Minim: Kami Hangat Rasakan Infrastruktur

Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo   mengatakan rendahnya daya saing  infrastruktur menjadi salah satu pengantara minimnya minat investor masuk ke provinsinya.

Hingga kuartal III 2020, berdasarkan data Institusi Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jawa Tengah menjadi provinsi dengan investasi terendah di Pulau Jawa yakni hanya Rp37, 5 triliun.

Sementara investasi paling agung diperoleh Jawa Barat yakni sebesar Rp86, 3 triliun, disusul DKI Jakarta Rp72, 5 triliun, Jawa Timur Rp65, 5 triliun & Banten Rp42 triliun.



“Sebenarnya kalau kita bicara infrastruktur, Jawa Tengah baru merasakan berapa zaman terakhir ini. Umpama jalan pungutan, sudah mulai terhubung, dan itu kalau kita lihat Semarang-Solo ataupun Jogja-Semarang-Solo sekarang pertumbuhannya sangat cepat, ” ucapnya dalam diskusi maya yang disiarkan IDX Channel, Rabu (16/12).

Oleh sebab itu, menurut Ganjar, penting untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat buat mensukseskan pembangunan infrastruktur yang ada di Jawa Tengah. “Sebetulnya ketertinggalan selama ini bisa terbantu sebab infrastruktur membaik, ” imbuhnya.

Dalam hal pariwisata, misalnya, Pemprov Jateng akan terus mempertahankan pembangunan kereta api  jalur ganda ( double track ) yang menyambungkan jalur utara dan selatan.

Sementara beberapa infrastruktur lain seperti pembangunan bandara internasional sudah rampung dan infrastruktur kelistrikan makin mencukupi kebutuhan industri dan masyarakat.

Untuk saat ini, problem yang belum tuntas di Jateng sendiri adalah perluasan pelabuhan Tanjung Emas untuk menopang logistik dan wilayah industri di sekitarnya.

“Apakah kita kemudian mau membuat 1 channel yang melaksanakan lebih efisien? Kalau saya, tidak harus. Kan tidak semua kudu ada di Jawa Tengah. Agak-agak melalui Jawa Barat, oke. Jawa Timur, oke. Tapi betul-betul bisa efisien karena efisiensi ini menjelma sesuatu yang penting, ” tuturnya.

Selain itu, lanjut Ganjar, Pemprov Jateng juga masih fokus untuk menyiapkan kawasan-kawasan industri baru yang dapat menarik selera investor untuk masuk.

Ada beberapa kawasan telah disiapkan untuk dikembangkan, salah satunya Daerah Industri Brebes. Namun, karena terkendala proses perubahan rencana tata ruang/wilayah serta pembebasan lahan, prioritas sempurna kawasan industri yang bakal dikembangkan berada di Kabupaten Batang.

“Kalau infrastruktur di wilayah ini sudah siap maka percepatan itu bisa berjalan. Saya selalu apresiasi karena kerja sama was-was, provinsi, dan kabupaten, kita bisa mendorong akselerasi agar bisa dilakukan percepatan khususnya di kawasan industri baru, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/sfr)