Jubir Soal 'Ban Serep': Wapres Tidak Ingin Ada Matahari Kembar

Jubir Soal ‘Ban Serep’: Wapres Tidak Ingin Ada Matahari Kembar

Jakarta, CNN Indonesia —

Wakil Presiden  Ma’ruf Amin   diklaim tak menginginkan ada ‘matahari kembar’ dalam pemerintahan saat itu. Tugasnyapun lebih  kepada mengoordinasikan para menteri.  

Peristiwa itu dikatakan untuk merespons buatan riset Institute For Development of Economics and Finance (Indef) yang menyebut Ma’ruf ibarat ban serep seperti pada masa Orde Segar.

“KMA  (Kiai Ma’ruf Amin) memang mengambil posisi tidak ingin ada matahari kembar. Ia membuat kiasan secara main badminton dobel. Satu ke depan, satu ke belakang. Utama ke kanan, satu di pusat atau kiri, ” kata Masduki kepada CNNIndonesia. com , Senin (16/11).


Masduki menegaskan bahwa peran sari wapres menurut peraturan perundang-undangan merupakan membantu presiden. Ia menegaskan bahwa pelbagai keputusan penting ada dalam tangan presiden. Sementara eksekusi kecendekiaan berada di tangan menteri teknis terkait.

“Maka Wapres itu adalah posisinya mengkoordinasi pekerjaan-pekerjaan di kementerian. Itu pun sesudah diberi tugas oleh presiden. Secara UU di mana-mana gitu, ” kata Masduki.

Bertambah lanjut, Masduki juga membeberkan selama ini wapres kerap kali memutar peran strategis untuk menindaklanjuti kesimpulan presiden. Fungsi koordinasi, monitoring, dan evaluasi program atau kebijakan diambil oleh wapres.

Bahkan, lanjut dia, wapres sudah penuh berperan memberi masukan sebelum suatu keputusan diterbitkan presiden.

“Tentu peran ini tidak terkait langsung dengan publik. Banyak pula yang tidak termonitor publik, ” kata Masduki.

Tak hanya itu, Masduki mengklaim wapres selama ini sudah berlelah-lelah menggerakkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Menurutnya, wapres tengah berfokus pada 4 aspek membangun ekonomi syariah yakni penguatan lembaga keuangan syariah, industri halal, dana sosial Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf), dan penguatan bisnis usaha berbasis syariah.

“Itu semua bagian cara penguatan ekonomi kerakyatan. Basisnya UMKM. Di kalangan yang konsen dalam bidang ini, peran wapres jadi Ketua Harian KNKES, sangat terasa, ” kata dia.

Dalam riset Indef sebelumnya menyuarakan Ma’ruf tidak populer dan tamsil ban serep seperti masa Tata Baru. Sikap, kebijakan, pandangan, dan pemikiran Ma’ruf tak banyak dibahas di media sosial.

“Ini mengindikasikan wakil presiden tampak seperti ban serep pada periode Orde Baru, ”  tulis  Indef  dalam pernyataan tertulisnya.

(rzr)

[Gambas:Video CNN]