Kaisar Naruhito Ungkap Penyesalan Jepang Masa Perang Dunia II

Jakarta, CNN Indonesia —

Kaisar Jepang   Naruhito menyatakan penyesalan yang mendalam atas tindakan negaranya di dalam Konflik Dunia II , dalam peringatan ke-76 tarikh peristiwa itu.

“Melihat kembali masa tenteram pasca perang yang panjang, merenungkan masa lalu kita dan mengingat perasaan mengecewakan yang mendalam, ” kata Nuruhito dalam upacara peringatan kematian korban perang, dikutip Reuters , Minggu (15/8).

“Saya sungguh-sungguh berharap bahwa kerusakan akibat perang tak akan pernah terulang lagi, ” lanjutnya.


Nuruhito juga meminta orang-orang akan menyatukan hatinya dan bergabung mengatasi ujian pandemi, di mana urusan Covid-19 di negara itu tengah melonjak.

Ia merupakan cucu Kaisar Hirohito, yang saat memimpin terlibat dalam perang dunia kedua.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga juga turut hadir dalam upacara rujukan itu. Ia berjanji kesusahan perang tak akan terulang lagi

Suga mengatakan Jepang tak sudah melupakan perdamaian yang dinikmatinya saat ini, yang dibangun di atas ribuan korban tewas dalam tragedi tersebut.

“Kami bakal berkomitmen pada janji ana, untuk tak pernah mengulangi tragedi perang, ” sekapur Suga, seperti dikutip Associated Press .

Namun, ia tak meminta maaf kepada para korban agresi Jepang di seluruh wilayah Asia pada paruh pertama abad ke-20. Sebuah tindakan yang ditetapkan pendahulunya Shinzo Abe, yang kerap dituduh mencoba menutupi brutalitas negaranya pada masa lalu.

Mulai 2013, Abe menghapus tradisi yang sudah berjalan hampir 20 tahun dengan permintaan maaf dari kepala sosialis Tomiichi Murayama dalam 1995. Ia berhenti mengesahkan permusuhan masa perang Jepang atau meminta maaf di dalam pidatonya tiap 15 Agustus.

Dalam lektur Suga kali ini, dia menyebut kerusakan yang ditimbulkan Jepang dan rakyatnya, tercatat serangan atom Amerika Konsorsium di Hiroshima-Nagasaki, pengeboman Tokyo serta kota-kota lain, dan pertempuran sengit di Okinawa. Ia menyampaikan dukanya buat hal tersebut.

Di tengah lonjakan peristiwa Covid-19 di Tokyo, kira-kira 200 peserta berkabung dengan mengheningkan cipta selama utama menit, untuk korban mati dalam Perang Dunia ke-2.

Mereka mengenakan masker, & tak terdengar nyanyian langgam kebangsaan Jepang.

Sebelum mengunjungi upacara dalam aula Budokan Tokyo, Suga diketahui meletakkan bunga di pemakaman nasional terdekat untuk tentara tak yang lumrah.

Media Jepang melaporkan, Suga justru menjauhi kuil Yasukuni yang dinilai kontroversial. Ia hanya mengirim persembahan keagamaan di kui itu.

Objek kolonialisme Jepang selama cucuk pertama abad ke-20, pertama Korea dan China, memandang kuil sebagai simbol militerisme Jepang.

Abe dan tiga pejabat lainnya mengunjungi kuil itu keadaan ini, Minggu (15/8). Tatkala dua menteri lain, datang pada hari Jumat (13/8).

Kunjungan itu memicu kecaman dari China dan Korea Selatan.

Kementerian Luar Jati Korsel mendesak para pejabat untuk menunjukkan penyesalan yang tulus melalui tindakan sehingga kedua negara dapat mengembangkan hubungan ke arah dengan lebih baik di era depan.

(nis/gil)

[Gambas:Video CNN]