Kasus Sabu-sabu 16 Kg, Polda Riau Tembak Oknum Polisi

Kasus Sabu-sabu 16 Kg, Polda Riau Tembak Oknum Polisi

Jakarta, CNN Indonesia —

Polda Riau   meringkus dua tersangka, termasuk seorang oknum polisi, terpaut kasus penyalahgunaan narkoba jenis  sabu-sabu seberat 16 kilogram di Pekanbaru, Riau.

Kedua tersangka  ialah HW dan seorang bagian Polri, Kompol IZ. Anggota Polri ini diketahui menjabat  sebagai Kasi Identifikasi Ditreskrimum Polda Riau.

Kapolda Riau Irjen Gemilang Setia Imam Effendi mengatakan pengungkapan itu bermula dari informasi asosiasi tentang transaksi narkoba pada Jumat (23/10) sekitar pukul 16. 00 WIB.


“Selanjutnya sekitar jam 19. 00 WIB, tim melihat mobil yang mencurigakan, di mana di dalamnya ditengarai terdapat dua orang, ” kata Agung dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Agung mengucapkan kedua tersangka diduga mengetahui bahwa ada orang yang melakukan penyuluhan, sehingga mencoba melarikan diri.

Tim Ditresnarkoba Polda Riau pun lantas mengejar keduanya & akhirnya melakukan tindakan tegas terukur terhadap kedua tersangka.

“Dengan melakukan tembakan beberapa kali ke dalam mobil dari arah sebelah kanan untuk menghentikannya. Namun mobil tersangka langsung berupaya kabur, hingga menabrak kurang kendaraan lain, ” tutur Gemilang.

Akibatnya, Kompol IZ mengalami luka tembak di lengan atas dan di punggung. Tatkala HW mengalami luka di bagian kepala akibat tabrakan mobil.

Mobil tersangka akhirnya berhasil dihentikan di sekitar Jalan Soekarno Hatta. Di lokasi itu, aparat juga langsung mengamankan kedua tersangka.

Dibanding tangan para tersangka, polisi mengambil barang bukti berupa 16 bungkus besar berisi narkoba jenis sabu, dengan per bungkusnya seberat satu Kg, dua tas ransel, mulia unit mobil, serta dua bagian ponsel.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau tangsi paling singkat lima tahun serta paling lama 20 tahun.

Terkait keterlibatan oknum bagian dalam kasus ini, Agung menguatkan bahwa yang bersangkutan bukan teristimewa bagian dari Polri.

“Sekarang bukan [anggota] lagi”, ucap Agung.

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]