Kepala Jerman Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden  Jerman   Frank-Walter Steinmeier   disuntik vaksin covid-19 keluaran AstraZeneca   pada Kamis (1/4), waktu setempat. Vaksinasi dilakukan dua hari sesudah otoritas Jerman merekomendasikan pelepasan sementara penyuntikkan vaksin kepada warga di bawah 60 tahun.

“Saya mempercayai vaksin yang disetujui di Jerman, ” prawacana Steinmeier dalam pernyataan yang disampaikan usai vaksinasi pada Rumah Sakit Militer Berlin, sepertu dikutip AFP.

Steinmeier mengungkapkan vaksinasi adalah langkah pasti untuk muncul dari pandemi. Untuk itu, apabila mendapatkan kesempatan, warga perlu memanfaatkannya.


Negeri Jerman tengah berupaya untuk membangkitkan kepercayaan publik kepada vaksin AstraZeneca setelah sebanyak negara memutuskan untuk menunda penggunaannya.

Dalam Selasa (30/3) lalu, Komite vaksinasi Jerman STIKO merekomendasikan vaksin tersebut hanya untuk warga berusia 60 tahun ke atas usai hidup sejumlah kasus penggumpalan pembawaan pada kelompok usia bujang.

Orang berumur di bawah 60 tahun masih bisa diberi vaksinasi AstraZeneca dengan konsultasi sinse dan jika mereka menyadari risikonya.

Gajah Kesehatan Jerman Jenh Spahn menyatakan kepada media kalau ia bersedia menerima vaksin AstraZeneca “saat tiba giliran ku”. Komentar serupa juga dilontorkan oleh kanselir Angela Merkel yang mengaku menyetujui disuntik vaksin tersebut.

Di kesempatan terpisah, Merkel serupa meminta warga Jerman buat membatasi aktivitas sosial semasa libur Paskah. Pasalnya, Jerman tengah menghadapi gelombang ketiga covid-19 setelah varian perdana yang berasal dari Inggris masuk,

“Dokter dan perawat melakukan seluruh yang mereka bisa. Kita tidak boleh meninggalkan itu sendiri tetapi mendukung mereka melalui aksi kita. Berarti, ini harus jadi perjamuan Paskah yang tenang, pada kelompok kecil, dengan kontak yang berkurang, ” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak negara juga membatasi penerapan vaksin AstraZeneca. Perancis serta Kanada membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca hanya untuk masyarakat di atas 55 tarikh. Sementara itu, Spanyol membatasi penggunaan vaksin hanya untuk warga di bawah 65 tahun.

Tengah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin AstraZeneca damai digunakan.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]