Kerap Muncul di Publik Tanpa Kedok, Trump Dikritik

Kerap Muncul di Publik Tanpa Kedok, Trump Dikritik

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden  Amerika Serikat (AS)  Donald Trump menghadapi kritk untuk menggunakan masker saat tampil di hadapan umum.

Kritik ini dilayangkan partai oposisi setelah angka urusan infeksi virus corona makin agung di negara itu, Minggu (28/6). Saat ini tercatat ada 2, 5 juta kasus Covid-19 dalam AS dengan jumlah kematian meninggalkan 125. 000.

Trump kerap nampak tak menggunakan kedok ketika tampil di depan ijmal. Ia bahkan tak mengenakan masker ketika berdiri di sebelah penasihat kesehatan yang mengenakan masker.


Ketika ditanya soal sikap Trump, Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar hanya mengulangi penjelasan Gedung Suci bahwa presiden diuji setiap keadaan. Selain itu, ia menyebut Trump punya posisi unik sebagai pemimpin dunia.

Tetapi tekanan serupa juga datang dari para anggota partai pendukung Trump, Golongan Republik. Anggota partai yang lazimnya enggan mengkritik presiden telah menyerukan agar Trump mengenakan masker. Beberapa mendesak langkah ini sebagai perumpamaan dari pemimpin bangsa.

“Jika mengenakan masker itu penting, dan semua pakar kesehatan menyatakan hal ini… maka akan membangun jika presiden selalu mengenakannya, ” jelas Senator Republik Lamar Alexander mengatakan pada hari Minggu pada CNN.

Hal itu menurutnya baik dilakukan Trump agar warga tidak mengasosiasikan pemakaian kedok dengan debat politik. Sebab, di dalam beberapa daerah di AS, mencantumkan masker cenderung dianggap sebagai opsi politik ketimbang terkait masalah kesehatan.

“(Hal ini) membantu kami menyingkirkan diskusi politik ini yang mengatakan jika Anda mendukung Trump, Anda tak mengenakan masker, jika Anda mengarah Trump, Anda melakukannya, ” tambahnya.

Kasus-kasus virus corona di AS telah meningkat pandai pada lebih dari setengah negeri bagian AS. Angka kasus penularan mencapai rekor tertinggi terbaru. Sebelumnya, pemerintah AS telah berbulan-bulan berupaya melakukan mitigasi. Namun, hal tersebut tidak diupayakan secara merata.

Wilayah yang paling mendapat pukulan hebat adalah negara bagian selatan dan barat. Keduanya, memajukan pembukaan kembali ekonomi lebih pembukaan.

(eks)

[Gambas:Video CNN]