Ketahui Standar Tekanan Angin Ban Mobil

Ketahui Standar Tekanan Angin Ban Mobil

Jakarta, CNN Indonesia —

Standar tekanan hawa atau lebih dikenal dengan kata tekanan angin pada ban mobil berbeda-beda tergantung merek, luas penampang pelek yang digunakan, jenis jalan luar yang digunakan, serta daya angkut. Penting menjaga tekanan jalan mobil selalu sesuai  rekomendasi pokok kurang atau lebih punya efek masing-masing.

Jika lagu angin terlalu tinggi berpotensi terjadi aquaplaning, yakni momen saat ban tidak mendapat traksi pada bidang jalan karena terhalang lapisan cairan. Risiko lebih parah lagi yaitu ban bisa selip dan gaib mobil kestabilan sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Biasanya tiap pabrikan mobil telah memberikan rekomendasi tekanan angin pada ban mobil. Rekomendasi itu bisa dilihat pada stiker yang tertempel di bingkai pintu pada dasar B alias dekat posisi jok pengemudi.


Tekanan jalan pada setiap ban mobil umumnya dianjurkan sama. Jika satu jalan direkomendasikan 30 psi maka ban yang lain harus mengikutinya supaya stabil saat dibawa berkendara.

Ban merupakan komponen penting pada mobil yang kerjanya berat sebab menahan beban sekaligus penentu kestabilan berkendara. Sebab itu pemilik mobil dianjurkan memahami risiko jika salah tekanan angin, berikut ulasannya:

Tekanan angin rendah

Berikut adalah kaum bahaya jika tekanan angin invalid:

– Menghasilkan boros bensin

Tekanan angin ban yang sungguh-sungguh rendah membuat kinerja mesin main lebih berat karena ban seolah tertahan saat berputar.

Analoginya seperti ban sepeda kempung, maka kaki butuh tenaga ekstra untuk mengayuh pedal. Tenaga bertambah besar otomatis membutuhkan bahan mengobarkan lebih besar pula.

– Mempersulit kestabilan

Saat tekanan jalan rendah atau kempis, dinding jalan bisa terlipat kemudian terjepit jarang pelek dan permukaan jalan. Di kondisi itu ban kurang stabil dan mobil akan lebih sulit ketika menikung atau mengerem.

Hal ini memicu respons kemudi lebih lambat dan jangka pengereman menjadi lebih jauh.
Kondisi ini bisa sangat berbahaya ketika dalam kondisi darurat, misalnya oleh karena itu sulit menghindari potensi kecelakaan pada depan sebab respons mobil tak sesuai keinginan.

– Biaya bertambah

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ban dengan tekanan angin rendah bikin boros bensin, kejadian ini tentu membuat kebutuhan membeli bensin bertambah. Selain bensin, kondisi seperti ini juga membuat umur pakai ban terpangkas dan bagian rem cepat aus.

Hal ini jelas membuat kamu harus keluar uang lagi, terlebih harga ban bisa dibilang cukup mahal.

Tekanan angin tinggi

Berikut beberapa bahaya jika tekanan angin lebih:

– Ban botak sebelum waktunya

Tekanan angin ban yang lebih bisa menghasilkan bagian tapak cembung di periode tengah. Saat digunakan dalam masa waktu lama area cembung tersebut bakal aus lebih dulu sebab paling sering bergesekan dengan pekerjaan ketimbang area lain.

Hal ini membuat usia pakai ban bisa lebih cepat daripada seharusnya.

semrawut Kehilangan traksi

Saat ban cembung karena keunggulan tekanan angin, itu berarti traksi ban tidak sempurna dengan ulama. Tanpa traksi penuh mobil mampu jadi sulit dikendalikan bahkan masa beraktivitas mengemudi biasa.

– Merasa miring era berkendara

Ban dengan tekanan angin lebih selalu dapat memberikan kesan berkendara bergelombang sebab tekanan yang berbeda. Berarti pengemudi bisa merasakan seperti membawa mobil dalam kondisi miring dalam jalanan.

Contoh rekomendasi tekanan angin

Setelah mendapati bahaya dari ban yang dipompa dengan tekanan angin kurang atau lebih, selanjutnya ketahui standar lagu sesuai rekomendasi produsen. Berikut kira-kira contoh standar pada beberapa macam mobil beredar di Indonesia:

– Honda Mobilio: 30 Psi
– Honda Civic: 35 Psi
– Honda Brio: 26-29 Psi
kacau Toyota Avanza: 30-32 Psi
– Daihatsu Xenia: 30-32 Psi
– Suzuki Ertiga: 29-35 Psi
– Toyota Fortuner: 30-33 Psi
– Toyota Innova: 33 Psi

(ndn/fea)

[Gambas:Video CNN]