Kisah Tukang Sepatu Berhaji Sama sekali tanpa Pergi ke Tanah Suci

Jakarta, CNN Indonesia —

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia. possuindo menghadirkan tanya jawab seputar Islam ( Tajil ). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang berhaji tanpa pergi ke tanah suci.

Tanya

Bisakah berhaji tanpa pergi ke tanah suci?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Di tengah pandemi ini, di saat musim haji masih belum pasti apakah bisa kita jalani atau tidak, muncul pertanyaan: bisakah berhaji tanpa pergi ke tanah suci?

Wujud kisah sufi mengenai Abdullah bin Mubarak, seorang sufi besar yang seusai menunaikan ibadah haji bertemu oleh malaikat dalam mimpi.

Malaikat itu mengabari bahwa awalnya tak satupun jemaah haji yang diterima amalannya oleh Allah SWT kecuali amalan haji Muwaffak, seorang tukang sepatu yg justru tak pergi berhaji.

Namun, karena Muwaffak lah Allah SWT terima amalan semua jamaah yang pergi berhaji.

Abdullah bin Mubarak kemudian mencari Muwaffak serta menemuinya. Muwaffak diminta menceritakan sesungguhnya apa yang terjadi pada dirinya, terkait dengan haji

Muwaffak menjelaskan bahwa dirinya sebagai tukang sepatu mengumpulkan duit selama bertahun-tahun untuk bisa berhaji. Ketika uang terkumpul dan berkemas untuk berhaji, datanglah anaknya menangis mengadu bahwa ia tak diberi makan oleh seorang ibu.

Muwaffak gusar, didatangilah rumah ibu tersebut yang ternyata rumahnya amat kecil dan begitu sederhana.

Ia meminta penjelasan kepada ibu tua yang tak bersuami itu. Ibu itu bercerita yakni anak-anaknya sudah berhari-hari kekurangan makan.

Lalu pagi tadi, ia menjumpai seekor bangkai keledai pada tepi jalan. Daging bangkai itu dia bawa pulang dan dimasak untuk anak-anaknya.

Ibu tua itu menjelaskan, “Bagi kami yang serba kekurangan makan daging bangkai itu suatu keterpaksaan karena darurat. Mudah-mudahan Allah SWT memaklumi serta memaafkan kami. ”

“Namun tak demikian dengan anak tuan, memakan daging bangkai itu menjadi haram bagi anak tuan yang tak kekurangan. Itulah mengapa kami melarang anak tuan untuk makan. inch

Begitulah penjelasan ibu tua itu. Lebur seketika amarah Muwaffak, takjub dan haru memenuhi pikiran dan hati.

Ia lalu berikan seluruh uangnya untuk berhaji kepada ibu tua tadi. Muwaffak sudah berhaji meski ia tak pergi ke tanah suci.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

(agn)

[Gambas:Video CNN]