KPK Eksekusi Bupati Lampura Nonaktif ke Rutan Bandar Lampung

KPK Eksekusi Bupati Lampura Nonaktif ke Rutan Bandar Lampung

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) melakukan eksekusi terhadap Bupati Terkatung-katung Utara nonaktif, Agung Ilmu Mangkunegara ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Bandar Lampung.

Eksekusi dilakukan menindaklanjuti vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Tanjung Karang yang menghukum Agung dengan pidana tujuh tahun penjara atas kasus uang sogok dan gratifikasi.

“Leo Sukoto Manalu selaku Jaksa Eksekusi KPK telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Meja hijau Negeri Tanjung Karang Nomor: 6/Pid. Sus-TPK/2020/ PN Tjk tanggal 2 Juli 2020 atas nama Istimewa Ilmu Mangkunegara, ” ujar Pengelola Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Selasa (21/7).


Agung diputus bersalah menerima suap dan gratifikasi terkait sebesar proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara secara bersama-sama dan berlanjut.

Hakim menghukum Agung dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp750 juta subsider 8 bulan kurungan. Ia juga dihukum dengan pidana tambahan berupa kekayaan pengganti Rp74, 6 miliar subsider dua tahun penjara dan pencabutan hak untuk dipilih dalam kedudukan publik selama empat tahun.

Dalam kasus yang sesuai, Jaksa KPK juga melakukan eksekusi kepada Wan Hendri selaku mantan Kepala Dinas Perdagangan Lampung Mengetengahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas DIA Bandar Lampung. Ia harus menjalani pidana penjara selama empat tahun dikurangi masa tahanan.

Wan Hendri dinyatakan bersalah melangsungkan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, serta dijatuhi pidana badan selama 4 tahun serta denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Terpidana Wan Hendri juga dijatuhi pidana tambahan untuk membayar uang substitusi sejumlah Rp60 juta subsider besar bulan kurungan, ” kata Ali.

Pada hari dengan sama, tutur Ali, Jaksa selalu melakukan eksekusi terhadap mantan Besar Dinas PUPR Lampung Utara, Syahbuddin, ke Lapas Klas IA Dalang Lampung. Syahbuddin harus menjalani masa tahanan selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Syahbuddin dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dengan dijatuhi pidana selama 5 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga dihukum membayar uang pengganti Rp2, 3 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Sedangkan orang kepercayaan Agung, Raden Syahril, dieksekusi ke Lapas Klas IA Bandar Lampung untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun.

(ryn/osc)

[Gambas:Video CNN]