KPK Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Djoko Tjandra

KPK Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Djoko Tjandra

Jakarta, CNN Indonesia —

Tim supervisi Komisi Pemberantasan Manipulasi ( KPK ) masih melakukan penelitian lebih lanjut terhadap dokumen pengerjaan kasus Djoko S  Tjandra dkk dengan sudah didapatkan dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan wujud kasus di dua institusi penegak hukum menjadi materi yang dipelajari oleh tim. Jika ditemukan perkara pidana, KPK akan mengkaji jalan keterlibatan pihak lain.

“Tim akan pelajari terkait secara apakah dari konstruksi kasus pada berkas dokumen tersebut ada indikasi peristiwa pidana sehingga kemudian juga akan dikaji kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang dapat dipertanggungjawabkan dengan hukum, ” kata Ali era dikonfirmasi, Senin (23/11).


Tak hanya itu, juru bicara berlatar belakang jaksa ini melahirkan pihaknya juga terus mencermati proses persidangan yang berjalan di Meja hijau Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Tim supervisi KPK juga langsung mencermati setiap fakta-fakta yang ada dalam proses pembuktian di persidangan perkara dimaksud yang saat itu masih berlangsung di Pengadilan Tipikor, ” ucap Ali.

Untuk diketahui, urusan yang ditangani Bareskrim Polri & Kejaksaan Agung saat ini sudah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bareskrim Polri menangani kasus dugaan suap terpaut penghapusan nama  Djoko Tjandra  yang kala itu masih buron dibanding Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Terdakwanya ialah Djoko Tjandra; mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte; mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo; dan pengusaha Tommy Sumardi.

Terdakwa  kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Penuh Napoleon Bonaparte (tengah) di Meja hijau Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). (ANTARA FTO/Sigid Kurniawan)

Sedangkan kasus yang ditangani Kejaksaan Agung adalah terkait gratifikasi, pencucian uang dan pemufakatan biadab perihal pengurusan fatwa Mahkamah Luhur (MA) yang menjerat mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Pertimbangan 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari; mantan politikus Partai NasDem, Andi Irfan Jaya; dan Djoko Tjandra.

Selain tindak pidana korupsi, Djoko Tjandra juga diadili untuk kasus dugaan pemalsuan sejumlah surat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dalam kasus tindak pidana ijmal ini, duduk sebagai terdakwa pula ada Brigjen Prasetijo Utomo dan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.

(ryn/kid)

[Gambas:Video CNN]