Ledakan SPBU di Pangkep, Pertamina Bakal Beri Sanksi

Jakarta, CNN Indonesia —

PT Pertamina Regional Sulawesi akan menjatuhkan sanksi terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar ( SPBU ) milik Koperasi Karyawan PT Semen Tonasa setelah peristiwa ledakan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Senior Comunication dan Relation PT Pertama Regional Sulawesi, Taufik Kurniawan mengatakan apabila pemilik SPBU terbukti melakukan kegiatan ilegal, pihaknya bakal segera menjatuhkan sanksi.

“Kami di menjatuhkan sanksi kepada pemilik SPBU, jika dalam jalan penyelidikan terbukti benar melakukan tindakan ilegal. Maka hukuman berupa dihentikan penyaluran BBM secara permanen atau tak akan menyalurkan premium, ” kata Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (6/8).


Taufik menjelaskan, instrumen minibus tersebut diduga sedang mengisi bahan bakar macam premium ke dalam tangki mobil dan juga ke jerigen.

“Kendaraan minibus diduga sebagai penjaja bahan bakar Pertamini dengan bersangkutan mengisi kendaraan Avanza dan mengisi jerigen. Di dalam mobil ditemukan dua lakban jerigen. Saat ini, prosesnya dalam penyelidikan lebih sendat oleh pihak kepolisian, ” ungkapnya.

Taufik menuturkan, pihaknya mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengetahui pasal pastinya peristiwa ledakan itu.

“Kami akan menjatuhkan sanksi kepada pemilik SPBU setelah dilakukan analisis. Tentunya, kami mendukung sepenuhnya proses penyelidikan. Karena itu merupakan tindakan ilegal serta membahayakan nyawa manusia dengan akan menimbulkan kerugian sangat besar bagi SPBU maupun pengguna kendaraan lainnya, ” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah Stasiun Pengisian Objek Bakar (SPBU) milik PT Semen Tonasa yang berkecukupan di Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, hangus melalak yang mengakibatkan dua karakter tewas di lokasi perkara.

Kebakaran berlaku saat sebuah kendaraan roda empat sementara mengisi BBM, tiba-tiba terbakar dan meledak. Ledakan itu diduga karena arus pendek listrik dalam kendaraan.

Sementara, di dalam mobil minibus itu terdapat tiga orang yang menjalani luka bakar cukup berat hingga dua orang meninggal dunia.

Kapolres Pangkep, AKBP Endon Nurcahyo mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15. 25 WITA, sore tadi.

“Kecelakaan tersebut dalam proses penyelidikan Polres Pangkep, ” kata AKBP Endon, Jumat (6/8).

(mir/bac)

[Gambas:Video CNN]