Macam Hubungan Seks Suami Orang yang Dilarang dalam Agama islam

Jakarta, CNN Indonesia —

Tak hanya halal, hubungan seks pasangan suami istri dalam Islam juga meresap dalam kategori ibadah. Namun, ada beberapa hubungan seks pasangan suami istri dengan dilarang dalam Islam.

Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad menyebutkan bahwa ada tiga tujuan utama ikatan seks bagi pasangan suami istri.

Perdana, hubungan seks dilakukan untuk melestarikan keturunan. Kedua, animo seks yang ditahan akan menimbulkan mudharat pada tubuh. Ketiga, hubungan seks dilakukan untuk menyalurkan nafsu erotis.


Lantas, seperti barang apa hubungan seksual yang dilarang dalam Islam?

1. Hubungan seks melalaikan dubur

Agama islam melarang hubungan seks yang dilakukan melalui dubur. Hal ini tercantum dalam arahan Rasulullah SAW:

Terkutuk-lah karakter yang menyetubuhi istri mencuaikan duburnya . ” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dari Abu Hurairah)

2. Dilakukan zaman istri sedang haid

Islam juga melarang hubungan seks yang dilakukan saat istri sedang mengambil periode haid. Tak cuma secara agama, secara kesehatan, hubungan seks saat haid juga berisiko negatif.

Dalam Islam, petunjuk untuk tidak berhubungan seks saat istri sedang haid tercantum dalam Alquran tulisan Al-Baqarah ayat 222.

& mereka menanyakan kepadamu [Muhammad] tentang bocor. Katakanlah, ‘Itu adalah segalanya yang kotor’. Karena itu, jauhilah istri pada masa haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum itu suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka cocok dengan [ketentuan] yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyenangi orang yang menyucikan muncul. ”

3. Dilakukan di siang hari zaman berpuasa

Sudah jelas, berhubungan seks dengan dilakukan di siang hari saat puasa Ramadan hukumnya haram. Selain membatalkan puasa, pasangan suami istri pula wajib melunasi denda dengan disebut kafarah .

Pasutri harus melakukan ganti puasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

4. Tidak diawali dengan doa

Doa menjadi pembuka pengikut Muslim setiap akan melakukan sesuatu, termasuk saat perkara intim. Doa akan menjamin kesucian bagi pasangan suami istri dan keturunannya kelak.

Berikut ciri memulai hubungan suami pedusi:

Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dibanding gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada saya. ”

5. Tidak dilakukan dengan foreplay

Hubungan intim tidak boleh dilakukan terburu-buru tanpa mengindahkan keinginan pasangan. Lakukan hubungan seks dengan perlahan, awali dengan foreplay .

Mengutip buku Baarakallaahu Laka, Bahagianya Memuliakan Cinta , dalam Agama islam, foreplay disebut juga dengan mubasyarah. Aktivitas ini dijadikan oleh Rasulullah sebagai pembeda hubungan badan yang dilakukan mukmin dan hewan ternak.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELENGKAPNYA

(asr)

[Gambas:Video CNN]