Mahfud Klarifikasi Arti Darurat Tentara yang Disebut Muhadjir

Jakarta, CNN Nusantara —

Gajah Koordinator Bidang Politik, Kaidah dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan  keterangan istilah darurat militer di dalam menangani pandemi Covid-19 dengan sebelumnya disebut oleh Menko PMK Muhadjir.

Ia mengatakan, darurat tentara yang dimaksud Muhadjir tidak dalam arti stipulasi lembaga,   tapi saat tersebut Indonesia tengah mengalami kedaruratan kesehatan, sehingga militer ikut turun tangan mengatasi kedaruratan itu.

“Penjelasan Pak Muhajir, kan seperti itu, ” kata Mahfud dalam keterangannya kepada CNN Indonesia, Sabtu (17/7)


Ia menjelaskan bahwa  menurut hukum ada kurang keadaan darurat, mulai sejak darurat sipil, yakni jika terjadi peristiwa yang menjadikan pemerintahan di suatu wilayah lumpuh, misalnya karena kekacauan, darurat militer dalam stipulasi hukum yang  berarti militer turun tangan dalam menghadapi pemberontakan bersenjata dari dalam negeri.

Kemudian terdapat darurat perang, yakni jika ada serangan daripada negara lain atas kedaulatan negara.

“Jadi yang dimaksud Pak Muhajir itu adalah diikutsertakannya militer dalam mengatasi darurat kesehatan. Itu sudah sesuai dengan UU TNI, ” katanya.

Menko PMK Muhadjir Effendy sebelumnya mengatakan Indonesia saat ini tengah berada dalam situasi darurat militer dalam  penanganan  pandemi Covid-19.

Ia menyatakan demikian karena melawan Covid itu merupakan situasi memerangi musuh tidak kasat mata.

“Sebetulnya pemerintah saat tersebut walaupun tidak di- declare , kita tersebut kan dalam keadaan genting militer. Darurat itu membangun ukurannya tertib sipil, perlu sipil, darurat militer, & darurat perang. Sekarang ini sudah darurat militer sebab kita berhadapan dengan musuh yang tidak terlihat, ” kata Muhadjir di Hotel University Club (UC) UGM, Sleman, DIY, Jumat (16/7).

Karena cukup menghadapi musuh tak kasat mana, menurut Muhadjir, di dalam menangani pandemi Covid-19 ini maka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga membawabawa jajaran TNI/Polri.

“Ini betul-betul daruratnya telah darurat militer. Hanya musuhnya memang bukan musuh tentara konvensional, tapi pasukan tidak terlihat itu, ” katanya.

Sebagai pesan, TNI dan Polri  telah dilibatkan secara aktif semenjak pandemi  melanda Indonesia tarikh lalu, mulai dari kedudukan titik-titik pembatasan mobilitas awak, hingga menjadi vaksinator. Terbaru, TNI dan babinsa juga dilibatkan dalam mendistribusikan obat gratis pada kalangan menengah ke bawha.    

(yoi/vws)

[Gambas:Video CNN]