Mahfud Pastikan Satgas BLBI Tagih Utang Sjamsul Nursalim

Jakarta, CNN Nusantara —

Gajah Koordinator Bidang Politik, Kaidah dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD   memastikan pihaknya akan menodong utang taipan Sjamsul Nursalim terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( BLBI ).

Sjamsul menjelma salah satu obligor BLBI untuk kucuran dana ke Bank Dewaruci dan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

“Sjamsul Nursalim itu utangnya dua macam, satu bank Dewaruci kemudian ada BDNI. Nah itu akan ditagih, Jadi masuk Bank Dewaruci dan BDNI punya Sjamsul Nursalim. Akan ditagih, ” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (15/4)..


Mahfud menyatakan pihaknya juga bakal menagih utang para obligor BLBI lainnya. Setidaknya, sebutan Mahfud, ada 48 obligor yang menerima kucuran sokongan BLBI saat krisi melanda 1998 silam.

“Jadi pada waktu tersebut. Kan sudah ada dengan ditagih, sudah ada dengan lunas, dan sebagainya, nanti kita beritahu kepada masyarakat. Siapa-siapa yang lunas, ” ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud mengutarakan total aset yang mampu diambil negara berkaitan dengan hak tagih kasus BLBI mencapai Rp110. 454. 809. 645. 467 atau Rp110, 4 triliun.

“Jadi kalau ditulis angka begini biar nanti semacam, ” kata Mahfud.

Mahfud baru saja menggelar rapat koordinasi secara Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI. Rapat dihadiri Menko Maritim serta Investasi Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkumham Yasonna H. Laoly, & pejabat terkait.

Presiden Joko Widodo  telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keprres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Benar Tagih Negara Dana BLBI. Satgas ini berisi sejumlah menteri, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Satgas Dana BLBI  tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban. Masa tugas satgas ini sampai 31 Desember 2023.

Pendirian Satgas Dana BLBI tidak berselang lama usai KPK memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi BLBLI dengan tersangka Sjamsul serta Itjih Nursalim serta Syafruddin Arsyad Temenggung.

Kasus dugaan korupsi BLBI yang menjerat Sjasmul tersebut ditaksir merugikan negara hingga Rp4, 58 triliun. Zaman ini Sjamsul  dan Itjih  menetap di Singapura semenjak beberapa tahun lalu.

(tst/fra)

[Gambas:Video CNN]