Muhadjir Sebut Terawan Buat RS Khusus Obat Tradisional

Muhadjir Sebut Terawan Buat RS Khusus Obat Tradisional

Jakarta, CNN Indonesia —

Gajah Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy   mengaku mendukung kebijakan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto   untuk  menjadikan sejumlah rumah rendah yang pengobatannya khusus menggunakan obat-obatan tradisional.

“Saya bawa kebijakan Pak Menkes yang bakal menjadikan beberapa rumah sakit khusus hanya gunakan obat tradisional untuk pelayanan kepada pasien, ” kata  dia, saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Nasional Manajemen Sarana Kesehatan 2020 yang disiarkan mencuaikan YouTube, Rabu (14/10).

Dia menyadari kebijakan penggunaan obat tradisional di lingkungan rumah sakit tentu akan menimbulkan pro serta kontra di masyarakat. Namun kata dia, agar kebijakan ini bisa terlaksana diperlukan keberanian untuk menjalankannya.


“Ini harus ada keberanian dan namanya keberanian itu biasanya akan, kelakuan yang besar itu biasanya hendak mendapat reaksi (pro dan kontra) dan orang yang sakinah yang punya keteguhan hati karena tetap bahwa apa yang dia lakukan benar itu pasti tidak bakal goyah dengan berbagai reaksi tersebut, ” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga menyinggung soal kunjungannya ke negeri Karang Anyar dan Sukohardjo pada Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, dia sempat meninjau industri tumbuhan obat tradisional yang dikelola petani lokal.

Saat meninjau, dia mengapresiasi kinerja para petani ini meski diakuinya industri tersebut memang belum mendapat perhatian khusyuk dari pemerintah.

“Ini saya rasa luar biasa, berdasarkan tinjauan, saya menentang dengan mata kepala sendiri di lapangan yang ini belum dapatkan perhatian cukup serius dari negeri kita terutama di sektor Kemenkes dan lembaga terkait, ” sirih dia.

Kata tempat, jika sektor obat tradisional ini bisa digerakan dengan cepat tentu indistri tersebut bisa mencapai penerimaan maksimal bahkan bisa masuk dalam industri impor Indonesia.

“Kalau ini ada kesungguhan saya kira akan menjadi hal yang bagus, ” katanya.

Diketahui, Terawan saat masih menjabat Kepala Rumah Lara Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menuai kontroversi lewat pola yang dianggap sejumlah pakar tidak ilmiah.

Yakni, penerapan Digital Substraction Angiography (DSA) buat menyembuhkan pasien stroke alias metodfe  cuci otak.

Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) dan Ikatan Dokter Indonesia sempat menyarankan sanksi pemberhentian sementara selama 12 bulan dan pencabutan izin praktek Terawan meski kemudian ditunda.

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]