Mulyadi Mangkir, Bareskrim Terbitkan Surat Penangkapan

Mulyadi Mangkir, Bareskrim Terbitkan Surat Penangkapan

Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim ) Polri bakal menyambut paksa dan menangkap Calon Gubernur Sumatera Barat  Mulyadi   usai dirinya mangkir panggilan kedua pemeriksaan dengan dijadwalkan pada Kamis (10/12).

Diketahui, Mulyadi saat itu menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemilihan  karena diduga berkampanye di luar jadwal dengan ditentukan.

“Iya [Mulyadi mangkir]. Belum datang dia, ” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian saat dikonfirmasi Kamis (10/12).


“Selanjutnya menerbitkan Surat perintah membawa dan penangkapan, ” tambah dia.

Menurut Andi, jalan tersebut bakal dilakukan oleh kepolisian usai merampungkan berkas perkara peristiwa tersebut dan dilimpahkan ke Kejaksaan tahap 1.

Mulyadi sebelumnya sempat mangkir dalam seruan pertamanya tanpa alasan yang sahih, pada Senin (7/12).

Dalam kasus tersebut, Mulyadi dijerat Pasal 187 bagian (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 dengan hukuman paling singkat 15 hari penjara dan lama 3 bulan serta denda paling banyak Rp1 juta.

Sebelumnya Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumbar, Elly Yanti, menjelaskan kasus tersebut berawal dari informasi Tim Hukum calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Audy, ke Bawaslu Sumbar pada 12 November 2020.

Pihaknya melimpahkan kasus itu ke Bawaslu RI dan akhirnya diserahkan ke Bareskrim karena ada terkaan unsur pidana.

“Karena peristiwa ini terjadi lintas provinsi, di Jakarta, di TV One, kami surati Bawaslu RI untuk mengambil alih kasus ini. Siap, kami tidak melakukan registrasi pengerjaan pelanggarannya, ” tutur Elly, Sabtu (6/12).

(mjo/arh)

[Gambas:Video CNN]