Myanmar Mencekam, Kemlu Belum Menetapkan Evakuasi WNI

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Pelestarian WNI dan Badan Hukum Kementerian Sungguh Negeri, Judha Nugraha mengucapkan belum perlu dilakukan penyelamatan terhadap warga Indonesia menyusul kondisi Myanmar yang makin tak terkendali sejak kudeta. Bahkan sebanyak warga Myanmar memilih kabur ke luar negeri.

“Saat ini dipandang belum mendesak. Namun Kemlu dan KBRI Yangon sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bila terjadi eskalasi, ” kata Judha saat dihubungi CNNIndonesia. com, Senin (22/3) .

“Kedutaan negara asing yang lain di Myanmar juga belum ada yang melakukan evakuasi besar besaran bagi warganya, ” ucap dia.


Menurut Judha, secara umum kondisi WNI di Myanmar dalam keadaan aman. Sekalipun demonstrasi masih kerap terjadi, namun WNI tidak menjadi sasaran.

“KBRI telah memberikan imbauan supaya WNI selalu waspada, tak keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Bagi yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar, disarankan buat kembali ke Indonesia, ” kata Judha.

Kementerian luar negeri RI menyatakan telah menjadikan Sekolah Indonesia di Yangon sebagai tempat penampungan sementara WNI terdampak krisis politik kelanjutan kudeta di Myanmar.

“Dalam kasus-kasus tertentu, KBRI serupa menjemput para WNI daripada lokasi masing-masing ke shelter, ” ucap Judha.

Akhir pekan semrawut jalanan Yangon dipadati kendaraan warga yang hendak muncul kota menuju pedesaan yang lebih aman, menghindari kebrutalan aparat.

Tak hanya kabur dari Yangon, sebagian warga Myanmar selalu nekat kabur ke luar negeri demi mencari ketenteraman.

Pemerintah Daerah Tak, Thailand, yang berbatasan langsung dengan Myanmar, mengutarakan telah mempersiapkan tempat penampungan untuk mengantisipasi gelombang pelarian yang masuk.

Selain Thailand, sekelompok warga Myanmar apalagi telah kabur ke India. Beberapa dari mereka bahkan dilaporkan merupakan anggota petugas yang menjadi buronan lantaran menolak perintah atasan buat menembak para demonstran.

Pihak berwenang India mencatat sejauh ini ada seribu orang lebih dengan menyeberang dari Myanmar ke India.

Tengah itu Komisi Tinggi PEDOMAN Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 238 orang tewas sejak kudeta berlangsung & 2. 400 orang ditahan junta militer Myanmar.

(isa/dea)

[Gambas:Video CNN]