Papua dan Papua Barat Alamiah Kelangkaan Oksigen Medis

Manokwari, CNN Nusantara —

Daerah Papua dan Papua Barat mulai mengalami kelangkaan oksigen medis lantaran melonjaknya nilai terkonfirmasi Positif Covid-19 dalam dua wilayah itu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule mengatakan kelangkaan terjadi karena permintaan yang menyusun signifikan akibat semakin  banyaknya pasien yang membutuhkan, pertama yang terpapar Covid-19.

“Memang betul, ketersediaan oksigen terbatas. Ada ketidaksesuaian antara supply dan demand . Faktual, produksinya tidak menurun, akan tetapi kebutuhan yang meningkat. Tersebut yang menjadi kendala zaman ini dalam penyediaan oksigen medis, ” Ujar Sumule saat dihubungi  CNNIndonesia. com melalui Ponselnya, Selasa (20/7/2021)


Dia morat-marit mencontohkan kendala pemenuhan oksigen yang terjadi di RS Provita, di mana alhasil pihak manajemen faskes  itu harus mengirimkan surat pemberitahuan.

“Ini sebab permintaan yang meningkat. Tapi informasi terakhir, yang pada RS Provita sudah diatasi oleh teman Polri. Jadi hari ini sudah tersedia suplai yang memungkinkan untuk kebutuhan rumah sakit itu, ” ujar Silwanus.

Untuk di kota Jayapura  selaku ibu kota Papua, kata pendahuluan dia, terdapat dua panti sakit milik swasta, 3 RS milik  Pemprov  Papua, satu RS milik pemerintah kota, dan tiga RS milik TNI- Polri.

Soal tempat penerapan oksigen, dia mengaku cuma mengetahui satu tempat sekadar dari beberapa tempat dengan ada di Jayapura.

“Satu tempat dengan saya tahu itu, bisa memproduksi 180 tabung di dalam sehari. Dari produksi harian itu, 120 tabung dalam distribusikan ke RS Dok 2 dan 60 tabung di distribusikan kepada rumah sakit lain, ” katanya.

RS Dok 2 merupakan rumah lara rujukan utama provinsi di dalam penanganan Covid-19 di daerah Jayapura

Namun di Jayapura lanjut tempat, baru RS Abepura dengan sudah bisa memproduksi tunggal oksigen medis dalam total terbatas untuk kebutuhan mereka.

“Berapa buatan produksi oksigen di RS Abepura itu secara teknis pihak RS yang lebih tahu, ” tambahnya.

Dia mengaku, pemerintah Provinsi Papua telah meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menyiapkan kebutuhan oksigen bagi masing rumah rendah.

“Karena beberapa besar rumah sakit dalam Jayapura milik pemerintah Kabupaten Kota, jadi kami menimbulkan untuk memperhatikan ketersediaan oksigen demi kebutuhan pasien, ”  ujar Silwanus.

Kelangkaan Oksigen di Papua Barat

Seperti kondisi pada Papua,   Juru Kata Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap serupa mengungkapkan hal yang sesuai.

“Dua pekan lalu, kami kewalahan buat memenuhi kebutuhan oksigen anak obat. Sedangkan produksi produsen benar terbatas, ” ungkapnya.

Untuk di Manowari, kata dia, keberadaan 3 penyuplai oksigen medis sekitar ini  Manokwari belum pas untuk menjawab kebutuhan oksigen di tengah lonjakan urusan saat ini.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dua dari tiga penyuplai oksigen di Manokwari  tersebut telah menambah masing-msing utama alat untuk meningkatkan total produksi.

Disamping itu, RSUD Manokwari yang juga memproduksi oksigen sendiri, hanya bisa menyediakan suntuk 10 tabung dalam sehari.

Sebelumnya lanjut Arnold, RS Papua Barat terbantu dibanding produksi oksigen medis dalam RSUD Manokwari. Namun zaman lonjakan kasus terjadi, RSUD Manokwari sebagai penampung pasien Covid-19 dengan gejala berat harus memproduksi untuk keinginan mereka sendiri.

“Kalau Kebutuhan kami (RS Papua Barat) saat itu 80 sampai 85 buyung oksigen ukuran 2000 liter per hari. Belum teristimewa rumah sakit lain. Bukti yang kami terima, dekat 80 persen rumah melempem di Manokwari terisi pasien Covid-19, ” kata Eksekutif RS Papua Barat itu.

Jalan kepala satunya menurut Arnold, merupakan kesadaran dan ketaatan kelompok terhadap protokol kesehatan bertugas menurunkan angka penuluaran. Sebab, jika bergantung pada penerapan oksigen medis di Manokwari, maka tidak akan mampu mencukupi bila mana nilai terkonfirmasi positif terus menyusun.

(hen/kid)

[Gambas:Video CNN]