PBB: Negara-negara Barat Langgengkan Konflik Yaman

PBB: Negara-negara Barat Langgengkan Konflik Yaman

Jakarta, CNN Indonesia —

Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) mengatakan negara-negara Barat melanggengkan perang di Yaman selama enam tahun terakhir karena memasok senjata. Mereka juga melanggar hukum global.

Di tahun ketiga selama berturut-turut, panel ahli yang ditunjuk PBB menemukan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik telah melakukan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.
 
Pihak-pihak tersebut termasuk pemerintah Yaman, Houthi yang berpihak pada Iran, Dewan Transisi Selatan yang didukang Emirat, dan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi.
 
“Yaman tetap menjadi tanah yang tersiksa, dengan rakyatnya dengan dirusak dengan cara yang seharusnya mengejutkan hati nurani umat manusia, ” ujar Ketua Panel, Kamel Jendoubi.

Perang Houthi yang menguasai ibu kota pada 2014 dan gabungan negara-negara Arab untuk menggulingkan pengacau telah menciptakan sesuatu yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
 
Laporan yang mencakup pelanggaran sebab Juni 2019 hingga Juni 2020 mendokumentasikan empat serangan udara konfederasi atau serangkaian serangan udara.
 
Mengutip “salah satu serangan udara paling mematikan” tahun ini, panel itu menemukan kira-kira 50 warga sipil tewas & terluka di daerah Al-Hayjah pada Provinsi Al-Jawf pada Februari.
 
Mengutip Al Monitor , laporan tersebut juga menyebut Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Inggris Raya, dan Iran berperan atas “dukungan mereka pada pihak-pihak yang berkonflik termasuk meniti transfer senjata, sehingga membantu melanggengkan konflik”.
 
GANDAR telah menjual miliaran senjata ke Arab Saudi, dan hingga 2018 membantu kampanye militer Riyadh dalam Yaman dengan pengisian bahan bakar di udara.



Para lihai meminta Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk merujuk situasi di Yaman ke Pengadilan Kriminal Internasional dan memperluas daftar orang dengan menjadi sasaran sanksi.
 
“Komunitas internasional memiliki tanggungan untuk mengakhiri pandemi impunitas ini. Setelah bertahun-tahun mendokumentasikan jumlah target yang mengerikan dari perang ini, tidak ada yang bisa mengatakan ‘kami tidak tahu apa secara yang terjadi di Yaman’, ” kata Jendoubi.

Beribu-ribu warga sipil tewas dalam serangan udara koalisi dan pertempuran menerbitkan sekitar 80 persen penduduk memerlukan bantuan.
 
Panel ahli mengatakan pihak-pihak yang berkonflik telah melakukan penghilangan paksa, penahanan yang sewenang-wenang, penyiksaan, dan kebengisan seksual.
 
Selain itu, Houthi yang didukung Iran di awal konflik telah memendam ranjau darat. Ranjau-ranjau itu masih melukai dan membunuh warga biasa. Beberapa yang terbunuh termasuk seorang gadis berusia 15 tahun yang mati saat sedang menggembala kambing dan seorang bocah lelaki berumur 12 tahun yang tewas masa menggembala ternak.

(ans)

[Gambas:Video CNN]