Pemerintah Dinilai Sibuk Urus Non-militer Ketimbang Alutsista

Jakarta, CNN Indonesia —

Peneliti Imparsial Hussein Ahmad menilai  Kementerian Pertahanan lebih sibuk menyelenggarakan hal yang bukan militer daripada memodernisasi alat utama sistem  senjata ( alutsista ).

Peristiwa ini dikatakan terkait kejadian karamnya KRI  Nanggala-402. Kapal selam buatan Jerman  tersebut diketahui sudah berusia bertambah dari 40 tahun.


Dia mengecap Pemerintah malah melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tak terlalu penting dan juga berpotensi menghabiskan anggaran cukup gembung. Misalnya,   komponen persediaan (Komcad) dan food estate .

“Rekrutmen Komcad, dan bahkan berperan pada tugas-tugas non-militer, semacam program cadangan logistik penting nasional. Ini terlihat daripada telah terbitnya sekitar 40 MoU antara TNI serta berbagai lembaga sipil untuk tugas-tugas non militer, ” kata dia, dalam  diskusi daring yang digelar Centra Initiative, Selasa (4/5).

Sebelumnya, Presiden Jokowi  menyerahkan penanganan program kembung pangan atau food estate   kepada Menhan Prabowo Subianto. Bentuknya, penanaman sejumlah tanah gambut di Kalimantan.

Pihak masyarakat biasa mengkritik kebijakan ini lantaran  menilai Pemerintah tak melancarkan pada kegagalan proyek lahan gambut sejuta hektare kurun Presiden kedua RI Soeharto yang menghamburkan anggaran serta merusak lingkungan.

Hussein melanjutkan Pemerintah minim komitmen di dalam modernisasi alutsista, terutama untuk matra TNI Angkatan Bahar. Hal ini bisa tampak melalui alokasi anggaran alutsista  TNI AL yang tak mengalami peningkatan signifikan semenjak 2015.

“Belanja alutsista TNI AL semenjak 2015 dan 2016 memiliki alokasi paling sedikit. Meski di 2017 lalu merasai kenaikan tapi jumlahnya tak signifikan jika dibandingkan secara anggaran di matra AD, ” kata Husein zaman menjadi pembicara damam

Padahal, kata Hussein, Presiden  Jokowi di periode pertama periode jabatannya mengkampanyekan poros bahari dunia.

Infografis Komcad, Rombongan Bela Negara Baru Indonesia. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

“Sekalipun besaran anggaran pertahanan naik, Jokowi tidak memaksakan visi Gandar Maritim dunia dalam distribusi alokasi belanja. Akibatnya tidak ada kenaikan signifikan dalam belanja alutsista untuk matra laut dan udara, ” ujarnya.

Pasca-insiden karamnya KRI Nanggala-402, Prabowo sudah menyerahkan rencana induk atau masterplan alutsista semasa 25 tahun. Sejauh tersebut, belum ada tindak tinggi perbaikan rencana belanja alutsista pemerintah.

Terpaut Komcad, Juru Bicara Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Umum dan Hubungan Antar Institusi Dahnil Anzar Simanjutak tahu mengatakan program tersebut berniat agar RI siap jika saja ada perang.

“Pembangunan kekuatan pertahanan suatu negeri akan sulit dilakukan zaman perang, ” kata dia, Kamis (4/2).

“Komcad sebagai subsistem pertahanan RI adalah bagian yang integral dalam sistem Pertahanan kita yang perlu diperkuat bersamaan dengan modernisasi alutsista, ” dalihnya.

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]