Pemerintah Perketat PPKM Mikro 43 Kab/Kota di Luar Jawa-Bali

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah sepakat memperluas cakupan pengetatan kegiatan masyarakat ke luar wilayah Pulau Jawa-Bali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 6 Juli 2021 diketahui 24, 7 obat jerih kasus nasional berasal dibanding wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Juru bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, terdapat beberapa provinsi di luar Pulau Jawa Bali yang keterisian wadah tidurnya di atas 65 persen. Sebut saja Lampung (81 persen), Kepulauan Riau (77 persen), Kalimantan Timur (74 persen), Papua Barat (73 persen), Kalimantan Barat (70 persen), Sumatera Daksina (69 persen), Bengkulu (66 persen), dan Sumatera Barat (65 persen).

Selain itu dinamika pergerakan zonasi kabupaten/kota menunjukkan kemajuan yang kurang baik. Tersebut terlihat dalam waktu mulia minggu saja yaitu sebab 10 menjadi 27 kabupaten/kota berzona merah.


Oleh karena itu, diputuskan 43 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa-Bali secara status level 4 buat melakukan pengetatan PPKM Mikro.

“Ketetapan tersebut diambil seragam dengan penetapan peraturan PPKM Darurat yakni berdasarkan perhitungan indikator levelling Kemenkes, ” ujar Resi saat menyampaikan perkembangan terkini implementasi PPKM Darurat, Kamis (8/7).

Dia menegaskan, daerah dengan level 4 yang dimaksud ialah kabupaten/kota yang memiliki lebih dari 150 kasus/100 ribu penduduk, lebih dari 30 yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dibanding 5 kasus meninggal/100 ribu penduduk.

Daerah-daerah dimaksud, yaitu:

● 18 kabupaten/kota dalam Pulau Sumatera, yaitu Kota Banda Aceh, Kota Medan, Kota Sibolga, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Medan Panjang, Kota Solok, Tanah air Lubuklinggau, Kota Palembang, Kota Bengkulu, Kota Jambi, Bintan, Kota Batam, Kota Semenanjung Pinang, Natuna, Kota Pekanbaru, Kota Bandar Lampung, serta Kota Metro.

● Sembilan kabupaten/kota pada Pulau Kalimantan, yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kota Palangkaraya, Lamandau, Sukamara, Berau, Kota Balikpapan, Kota Bontang, dan Bulungan.

● Tiga kabupaten/kota dalam Kepulauan Nusa Tenggara, yaitu Kota Mataram, Lembata, & Nagekeo.

● Empat kabupaten/kota di Pulau Sulawesi, yaitu Kota Palu, Kota Kendari, Kota Manado, dan Kota Tomohon.

● Dua kabupaten/kota di Pulau Maluku, yakni Kepulauan Aru dan Praja Ambon.

● Tujuh kabupaten/kota di Pulau Papua, yaitu Boven Digoel, Kota Jayapura, Fakfak, Tanah air Sorong, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama.

Wiku menerangkan daerah-daerah itu memiliki kewajiban secara sejajar melakukan penguatan upaya testing-tracing-treatment (3T), pengetatan kegiatan bangsa di sektor-sektor sosial ekonomi.

“Dan menerapkan skenario pengendalian di tingkat komunitas menyesuaikan zonasi RT-nya demi penebalan intervensi pengoperasian sampai ke hulu sumber penularan Covid-19, ” katanya.

Dalam kesempatan itu Wiku juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat dengan kehilangan orangtua, saudara, keluarga, maupun orang-orang terdekat yang lain akibat Covid-19.

Peristiwa kehilangan ini tentunya menjadi pengingat bagi kita semua agar dapat terus meningkatkan perlindungan terhadap muncul dan kerabat lainnya dari pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, mari kita saling menjaga dengan tetap di rumah serta menghindari kerumunan karena keberhasilan penanganan Covid-19 sangat berpegang pada gotong royong kita semua sebagai bangsa Indonesia, ” ujarnya.

(osc)

[Gambas:Video CNN]