Pemudik Tiba di Ambon Wajib Karantina Mandiri Covid-19

Ambon, CNN Nusantara —

Negeri Provinsi (Pemprov) Maluku menetapkan  setiap pengembara atau warga yang baru pulang dari perjalanan  mudik wajib menjalani  karantina pencegahan Covid-19   di Gedung Kos Haji, Waiheru, Kota Ambon, Maluku.

Bagian tersebut menurut Kepala Biro Kesehatan Maluku, Maykel  Ponto, merupakan salah satu jalan yang ditempuh demi mengantisipasi lonjakan kasus dan mutasi  virus corona usai libur lebaran.

“Sekarang kita aktifkan Asrama Haji. Nah, Asrama Haji dipersiapkan untuk isolasi mandiri. Dan ini benar baik pasien Covid-19, maupun pemudik yang baru kembali dari arus balik, ” ujar Ponto  dalam konferensi pers di Gedung Vila Sakit Khusus Daerah, Selasa (18/5).


“Bagi pemudik yang mutakhir pulang dari arus pulih wajib karantina lima keadaan di rumahnya, namun sebab rumah mereka tak menutup syarat, bisa isolasi di Asrama Haji, ” tambahnya.

Ponto mengatakan  dinas kesehatan sudah merancang tenaga perawat dan dokter hingga obat-obatan di Gedung Asrama Haji sebagai memori terhadap lonjakan Covid-19 sesudah arus balik yang diperkirakan mencapai puncak pada 22-23 Mei.

“Sambil berdoa semoga apa yang dikhawatirkan itu tak hendak terjadi. Insyallah, ” introduksi dia lagi.

Selain menyiapkan Fasilitas Kesehatan tubuh (Faskes) beserta perawat & dokter, Ponto berharap rencana vaksinasi di sejumlah RS dan Puskesmas di Kabupaten/Kota di Maluku terus ditingkatkan sehingga pencapaian sesuai target.

“Saya mengimbau warga yang sudah memasukkan penyuntikan dosis vaksin Sinovac maupun AstraZeneca agar loyalitas prokes, ” tutur Ponto.

Di tempat yang persis, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Pemrov Maluku Adonia Rerung  mengakui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Maluku belum menyentuh target dan masih jauh harapan.

Rerung merincikan untuk vaksinasi gaya kesehatan sudah mencapai 88 persen. Sementara warga tinggi usia (Lansia) 9 komisi dan petugas pelayanan publik sebanyak 13 persen.

“Jadi masih sedikit dan masih berjuang untuk mencapai target vaksinasi. Apalagi nanti bergerak kepada pelayanan masyarakat umum, ” cakap Rerung.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mewanti-wanti masyarakat yang kembali dari dukuh halaman atau pulang pegangan lebaran wajib mematuhi kaidah pemerintah terkait Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Salah satunya yakni menjalani isolasi mandiri semasa lima hari di sendi masing-masing.

Bila berkaca pada libur panjang Lebaran 2020, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 cara secara harian maupun tertimbun mingguan melonjak hingga 93 persen sejak libur Idulfitri 22-25 Mei 2021. Lonjakan kasus itu baru terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

“Upaya ini agar tanpa sampai zona hijau bahkan menjadi oranye atau makin merah. Ini tentu diantisipasi dalam kaitan kita mengabulkan kebijakan PPKM Mikro, ” ujar Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Nadia kepada CNNIndonesia. com , Selasa (18/5).

(sai/nma)

[Gambas:Video CNN]