Pertolongan Pertama pada Pasien Covid-19 Bergejala

Jakarta, CNN Indonesia —

Lonjakan kasus Covid-19 selama beberapa waktu melaksanakan bed occupancy rate (BOR) alias kapasitas tempat tidur perawatan pasien Covid-19 berangkat menipis. Protokol kesehatan harus makin dikencangkan sementara dengan sudah terpapar harus isolasi mandiri.

Akan tetapi, pasien dengan fakta biasanya perlu segera dirujuk ke rumah sakit. Tetapi melihat kondisi sekarang, kejadian ini sulit dilakukan. Berserakan, apa pertolongan pertama yang bisa dikerahkan agar pasien  Covid-19 tertolong?

Berikut panduan pertolongan prima pada pasien Covid-19 bergejala.


1. Berikan obat sesuai gejala

“Prinsipnya jika gejala rendah, biasanya diberikan obat cocok gejala. [Gejala] batuk, pasien diberikan obat batuk, kalau demam diberi obat demam, ” kata Arief Bakhtiar, Staf Guru Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unair, pada CNNIndonesia. com melalui sambungan telepon, Selasa (22/6).

Dia menambahkan fakta Covid-19 masih terbilang mudah dan bisa diatasi secara pemberian obat selama tak ada keluhan sesak napas. Sekali pasien mengalami penuh napas, tidak ada alternatif lain selain membawanya ke instalasi gawat darurat kemudahan kesehatan terdekat.

2. Konsultasi dengan dokter

Pasien ataupun pihak keluarga bisa berkonsultasi dengan dokter keluarga ataupun konsultasi secara online buat pemberian obat-obatan tertentu. Ada obat-obatan yang memang hanya bisa dibeli lewat resep dokter.

“Kalau ke dokter untuk kontrol, mungkin akan diresepkan antibiotik dengan pertimbangan tertentu berarakan boleh jadi antivirus tidak diresepkan, atau jika memang membangun, antivirus akan diresepkan, ” imbuhnya.

3. Jika sesak napas, lekas larikan ke UGD

Satu hal dengan tidak bisa ditawar ialah saat pasien mengalami sesak napas atau saturasi oksigen menurun. Arief berkata, rumah sakit memang penuh tetapi pasien tetap akan memiliki pertolongan di UGD.

“Image-nya orang pada UGD itu dibiarkan. Tidak, itu tetap mendapatkan terapi. Kalau untuk memasukkan ke ruangan [kamar pasien] memang antre, akan didahulukan mana pasien yang gejalanya lebih berat, ” jelasnya.

Bagaimana secara penggunaan oksigen kaleng?

Arief berkata penggunaan oksigen kaleng tidak bakal membantu pasien yang merasai sesak napas. Pasien Covid-19 yang sesak napas perlu dibantu oksigen tabung serta pemberian oksigen sifatnya kontinyu. Ini berbeda dengan oksigen kaleng yang hanya dimanfaatkan sekali semprot.

“Itu hanya penyegar sesaat. Kalau orang sakit kan harus mendapat oksigen terus-menerus, ” katanya.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]