Polda Papua: Lempar Batu pada Rumah Klemen Tinal Periode Adat

Jakarta, CNN Indonesia —

Kabid Humas Polda Papua , Kombes Penuh Ahmad Mustofa Kamal membenarkan ada aksi pelemparan kotor dan sejumlah benda di rumah duka Wagub Papua, Klemen Tinal , Sabtu (22/5) malam.

Kendati demikian, Mustofa membicarakan hal itu terjadi karena tradisi masyarakat setempat. Laku pelemparan batu hingga baur pohon ke kaca pada rumah duka disebut arah dari adat. Hal itu sekaligus membantah kabar dengan menyebut terjadi aksi serangan sekelompok massa.

“Itu tarian Waeta sesuai adat itu sambil menari dan melempari kaca dengan batang-batang & batu, Kapolda dan tamu yg lain berada di sekitar TKP, itu kepercayaan mereka, ” ujar Kamal saat dihubungi CNNIndonesia. com , Minggu (23/5) pagi.


Kamal mengatakan, usai peristiwa tersebut, tidak lama kemudian tenang seperti situasi berduka.

Sebelumnya beredar kabar terjadi aksi penyerangan terhadap Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri masa menyambangi rumah duka Wagub Klemen Tinal yang wafat pada Jumat (21/5). Sekalipun demikian, Mathius juga menyanggah aksi penyerangan tersebut.

Tidak ada penyerbuan, gak benar itu, ” ujar Mathius saat dihubungi CNNIndonesia. com , Sabtu (22/5) suangi. Fakhiri juga mengatakan hal itu merupakan budaya dengan biasa di masyarakat Papua.

Klemen Tinal meninggal dunia di Jakarta, Jumat (21/5). Klemen Tinal merupakan putra asli Papua kelahiran 50 tahun lulus. Ia dilantik sebagai wagub bersama Gubernur Lukas Enembe oleh Presiden Joko Widodo pada 2018. Klemen Tinal yang meninggal hari ini juga pernah menjabat jadi Wagub Papua di kurun Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono.

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]