Posisi Api Abadi Mrapen, Legenda Dua Kerajaan Hingga Obor Asia

Posisi Api Abadi Mrapen, Legenda Dua Kerajaan Hingga Obor Asia

Jakarta, CNN Indonesia —

Situs  api abadi   Mrapen   merupakan sebuah fenomena geologi alam yang terletak di Desa Maggarmas, Kecamatan Gondong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah .

Memiliki nama api abadi, nyala api pada situs tersebut memang tak pernah padam meski saat hujan turun.

Menilik dari sisi sejarah, konon katanya api kekal Mrapen terkait dengan berakhirnya Kerajaan Majapahit setelah ditaklukan oleh Negeri Demak.


Beredar cerita bahwa saat Sunan Kalijaga memimpin Demak dan menundukkan Majapahit, dia menancapkan tongkatnya ke tanah untuk mencari mata air.

Namun, lubang tanda tancapan tongkat itu justru meniupkan api yang menjadi asal mula api abadi Marpen.

Situs api abadi Marpen itupun kini menjadi salah satu wadah wisata yang ada di Kabupaten Grobogan.

Di bagian lain, api abadi Marpen serupa kerap dimanfaatkan untuk penyulutan obor untuk acara keagamaan, misalnya perayaan Hari Raya Waisak.

Tak hanya tersebut, api abadi itu juga kerap digunakan untuk penyulutan api even olahraga internasional. Misalnya  Pesta Gerak Negara-Negara Berkembang  atau  Games of the New Emerging Forces (Ganefo) pertama tahun 1962 dan Minggu Olahraga Nasional (PON).

Terakhir, api obor Asian Game 2018 lalu, salah satunya serupa bersumber dari api abadi Mrapen.

Namun, sejak 20 September lalu, api abadi Marpen mulai mengecil dan lima hari kemudian padam. Diduga hal tersebut disebabkan aktivitas pengeboran sumur sedalam lebih dari 30 meter.

Lokasi pengeboran yang bertelingkah 200 meter dari situs langgeng tersebut diduga telah menyebabkan kebocoran gas sehingga mengurangi suplai gas methane sebagai bahan bakar obor.

Negeri setempat saat ini tengah berupaya untuk menyelematkan situs api abadi Mrapen tersebut.

Kasi Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto mengatakan pihaknya telah menghubungi berbagai pihak, seolah-olah Undip, Akprin Yogyakarta, dan UGM untuk mencari solusi.

“Kami tengah berupaya mencari langkah-langkah yang tepat agar situsnya langgeng terjaga karena selama ini wadah tersebut juga menjadi ritual tahunan umat Buddha pada upacara Keadaan Raya Waisak, ” kata Sinung Sugeng.

(dis/eks)

[Gambas:Video CNN]