PUPR Siap Garap Proyek Lumbung Bertabur Oktober 2020

PUPR Siap Garap Proyek Lumbung Bertabur Oktober 2020

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Anak buah ( PUPR ) menyatakan siap merodok lumbung bertabur nasional ( food estate ) pada Oktober 2020 di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk tahap pertama, tanah seluas 28 ribu hektar lahan sebab total 148 ribu hektare (Ha) tanah siap garap akan diujicobakan buat musim tanam Oktober-Maret.

“Kami sepakat 2020 ( food estate ) mau menjadi prioritas kerja. Harus menyiapkan itu karena musim tanamnya April-September dan Oktober-Maret. Kami mempersiapkan musim tanam Oktober-Maret, ” katanya dalam Kantor Kementerian PUPR pada Jumat (3/7).


Basuki menyebut pihaknya tengah membenarkan saluran pengairan ( water management ) sebelum Departemen Pertanian (Kementan) mengambil alih secara membangun saluran cacing di kamar sawah, penggarapan pupuk, dan pembibitan.

Selain itu, order food estate juga melibatkan Kementerian Pertahanan yang bertugas menyalurkan tenaga kegiatan dibantu oleh Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebagai pengelola wilayah dan penduduk transmigrasi.

Sementara, Kementerian Awak Usaha Milik Negara (BUMN) ditunjuk sebagai penyedia pupuk garapan petani.

“BUMN mendukung awak tapi aktornya adalah Kementan, Kemenhan juga ditugasi Pak Presiden untuk membantu menyiapkan tenaga kerjanya sebab akan dijadikan food estate dengan modern, tidak manual tapi harus dengan skilled labours (pekerja terampil), ” lanjut Basuki.

Dalam proyek food estate, Basuki memastikan petani mau menikmati hasil jerih payahnya pokok akan ada penambahan nilai lantaran hasil produksi. Ia menegaskan buatan panen yang dijual akan bersifat paket siap jual di rekan dan bukan gabah.

Kementerian Pertanian dalam hal tersebut menggelontorkan dana kurang lebih Rp180 miliar demi memastikan adanya bunga nilai pertanian yang dinikmati petani. Anggaran tersebut terdiri dari pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), saprodi (pupuk dan bibit), dan mesin penggilingan atau Rice Mulling Bagian (RMU).

Dengan bentuk pertanian modern, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakin pihaknya dapat menggenjot hasil produksi beras sejak yang dihasilkan saat ini yakni 2 ton -2, 9 ton beras per Ha lahan menjadi 4 ton-5 ton beras per Ha lahan.

“Sampai dengan pascaproduksi, yang penting ada RMU, penggilingan, dryer (pengering), bahkan tersedia mesin packaging yang nanti langsung mampu menyentuh marketplace (pasar), ” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(wel/sfr)