RS Disebut Terancam Kolaps Jika Pilkada Tetap Digelar

RS Disebut Terancam Kolaps Jika Pilkada Tetap Digelar

Jakarta, CNN Indonesia —

Risiko rumah sakit kelebihan beban tenggat kolaps disebut bisa terjadi bila pemerintah tetap menggelar pemilihan besar daerah ( Pilkada ) serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan gabungan warga pro-transparansi dan akurasi keterangan penyebaran virus corona ( Covid-19 ) atau LaporCovid-19 pada Minggu (6/12).

“Pemerintah hendaknya lestari menunda pelaksanaan pilkada hingga pandemi Covid-19 terkendali. Artinya, tidak ada pertambahan kasus Covid-19 baru, membaiknya testing , relasi lacak, dan fasilitas layanan isolasi bagi pasien Covid-19. Jika pilkada tetap berlangsung akan menimbulkan daya kolapsnya rumah sakit beserta gaya kesehatan kita, ” bunyi maklumat koalisi LaporCovid-19.


Gelaran pilkada serentak mendatangkan polemik lantaran diselenggarakan ketika Indonesia masih mencatat rekor harian kejadian virus corona setiap harinya.

Pemerintah tetap menggelar hajatan politik tersebut meski sejumlah bagian telah mewanti-wanti risiko penularan apalagi klaster Covid-19 baru usai pilkada.

Koalisi LaporCovid-19 mengucapkan dengan laju penularan yang masih tinggi, pilkada yang diselenggarakan pada 270 daerah secara serentak dikhawatirkan bakal semakin meningkatkan skala wabah.

Kasus yang mulia, kata koalisi itu, diperparah dengan cakupan pemeriksaan yang rendah serta jumlah alat tes PCR dengan masih minim.

Berdasarkan data yang dikumpulkan para relawan koalisi LaporCovid-19, hingga 4 Desember, 270 kabupaten/kota yang melangsungkan pilkada masih memiliki kasus positif rajin corona yang tinggi dengan total kasus aktif sebanyak 43. 377 orang.

Dari data tersebut, ada pula 21 wilayah yang mempunyai lebih dari 500 kasus pasti aktif, dan 65 kota/kabupaten memiliki lebih dari 100 kasus membangun aktif.

“Angka kematian di berbagai wilayah yang menyelenggarakan pilkada juga meningkat, baik mair yang terkonfirmasi positif maupun mereka dengan status probable . Jika merujuk pada petunjuk pencatatan kematian Covid-19 dari WHO, total jumlah kematian yang tersedia di 270 kabupaten/kota pilkada mencapai 12. 945 orang, ” tulis koalisi LaporCOVID-19.

Bertambah lanjut, kelompok masyarakat sipil itu menganggap keputusan DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu untuk tetap melakukan pilkada nanti menjadi bukti bahwa pemerintah abai dengan kesehatan serta keselamatan jiwa masyarakat.

(rds/fea)

[Gambas:Video CNN]