Satgas Akui Tak Konsisten Tekan Angka Penularan Covid-19

Satgas Akui Tak Konsisten Tekan Angka Penularan Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia —

Spesialis Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito   mengakui bahwa sejauh ini pemerintah belum bisa konsisten dalam menurunkan angka kasus positif  virus corona (Covid-19).

Namun, Wiku mengingatkan jalan mengurangi angka positif secara tetap bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Kesadaran warga  mematuhi protokol kesehatan  juga vital dalam menanggulangi pandemi  Covid-19.

“Beberapa Minggu terakhir ini tampak peningkatan jumlah kasus cukup signifikan. Ini semua tentu yang zaman kita bisa kendalikan, sekarang berlaku kondisi mengkhawatirkan, bahwa kita faktual belum berhasil menekan dan menyekat penularan secara konsisten, secara nasional, ” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9).


Wiku  mengaku dirinya sempat optimis pada beberapa kamar lalu saat pemerintah perlahan bisa mengendalikan dan menekan kasus penyaluran virus corona. Namun melihat persebaran  wabah yang masif belakangan itu, Wiku pun meminta kesadaran semesta masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan pemerintah soal protokol kesehatan.

“Enam bulan perjuangan Nusantara melawan Covid-19, pada saat awalnya tidak siap pandemi ini, serta dengan berjalannya waktu beberapa kamar awal akhirnya kita semua jadi mengendalikan dan menekan kasus, ” kata dia.

Kasus positif di Indonesia dalam beberapa hari terakhir memang melonjak cukup signifikan. Data lonjakan kasus harian per Kamis (3/9) ini tercatat sebanyak 3. 622 kasus.

Lonjakan kasus harian tersebut jadi rekor tertinggi sejak kasus pertama diumumkan di dalam awal Maret lalu. Dengan bunga itu akumulasi kasus positif di Indonesia mencapai  184. 268 peristiwa.  

Sebelumnya ada penambahan 2. 775 kasus pada Selasa (1/9), 3. 075 pada Rabu (2/3). Jika diakumulasikan secara tambahan kasus hari ini, di dalam tiga hari di September mutlak kasus konfirmasi positif berjumlah 9. 472.

Pada Agustus lalu, tambahan kasus positif berkisar antara angka 1. 000-3000 kejadian. Rekor tambahan kasus positif di dalam Agustus yakni 29 Agustus sebanyak 3. 308 kasus. Dalam satu bulan itu, terdapat 66. 420 kasus.

Oleh sebab itu, Wiku pun kembali mengingatkan bahwa musibah yang melanda Indonesia dalam kurun waktu lebih dari enam bulan ini, jangan dijadikan sebagai ajang mencari siapa yang salah dan benar.

Menurut dia dengan diperlukan saat ini adalah sikap kongkrit dengan cara bergotong royong demi menekan penyebaran virus corona.

“Ini menjadi perintah kita semua, tidak hanya Negeri, tapi masyarakat agar betul-betul setia untuk menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan, baik individu maupun seluruh kelompok secara kolektif, ” pesannya.

(khr/wis)

[Gambas:Video CNN]