Satgas Covid Minta Evaluasi, Ganjil Penuh Tetap Berlaku

Satgas Covid Minta Evaluasi, Ganjil Penuh Tetap Berlaku

Jakarta, CNN Indonesia —

Polda Metro Jaya memastikan pembatasan instrumen dengan sistem  asing genap dalam Jakarta tetap berlaku seperti berpunya pada Senin (7/9). Meski pola ganjil genap ini menjadi sorotan Satuan Tugas Penangan Covid-19 yang meminta ada evaluasi demi mencegah penularan virus corona .

“Ganjil genap tetap berlaku, ” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Minggu (6/9).

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo membenarkan ganjil genap pasti berlaku meski mendapat sorotan lantaran Satgas Covid-19.


“Ganjil genap berlaku ya, ” ucap Syafrin.

Menurut Syafrin ganjil genap langgeng berlaku dengan pertimbangan hasil evaluasi jajaran Pemprov DKI.

“Sudah saya sebutkan setiap hari kami evaluasi yang dilaporkan mingguan kepada Pak Gubernur selaku Pemimpin Gugus Tugas Provinsi. Kemudian daripada hasil evaluasi ini ganjil genap terus dilanjutkan, ” kata Syafrin.

Menurut Syafrin penerapan ganjil genap tidak melulu harus dipandang negatif. Kata Suafrin kebijakan ini juga harus dilihat sebagai instrumen pembatasan gerak masyarakat ke suatu tempat yang berpotensi berlaku penularan.

“Namun menetapkan dilihat juga ada faktor lain kenapa instrumen kebijakan ganjil-genap diambil. Yaitu sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang, ” kata Syafrin.

Ketua Satgas Pengerjaan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menodong pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi penerapan kebijakan tersebut di sedang pandemi corona. Menurut Doni kebijaksanaan tersebut membuat masyarakat kembali berpindah menggunakan angkutan umum yang membuat kerumunan.

Data dengan dirangkum, terjadi kenaikan penumpang sejumlah 3, 5 persen untuk KRL Commuterline dan 6 sampai 12 persen penumpang TransJakarta.

Selain itu, ada temuan BNPB dari 944 pasien di RS Darurat Wisma Atlet, 62 tip merupakan pengguna transportasi umum.

Jumlah tersebut dikhawatirkan meningkat, mengingat peluang transmisi Covid-19 terbuka lebar karena terjadi kerumuman pada penumpang transportasi jika ganjil genap tetap diberlakukan.

Diketahui sistem ganjil sempurna kembali berlaku di Jakarta sejak Senin (3/8) di 25 buku jalan di Jakarta. Penerapannya balik dilakukan karena ada kenaikan jumlah kendaraan bermotor di ibu tanah air selama PSBB.

Penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta itu diatur di dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tarikh 2020.

(ryn/osc)

[Gambas:Video CNN]