Sri Mulyani Tak Mau BLT PKL dan Warteg ‘Dipotek’

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Keuangan Sri Mulyani  mewanti-wanti agar para-para PKL dan pengusaha warteg menerima bantuan tunai ( BLT ) secara lengkap dan tidak berkurang sepeser pun. Ia mengeluarkan keterangan setelah meninjau uji jika penyaluran BLT PKL dalam Medan, Sumatra Utara di dalam Kamis (9/9).

“Kami berharap uangnya mampu diterima masyarakat utuh minus berkurang satu rupiah kendati, ” kata Ani, akrab sapaannya, mengingatkan lewat konvensi pers daring.

Pada kesempatan sama, Ani menyebut program bakal diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah dipastikan bentuk penyaluran berjalan lancar. Sayangnya, ia tak menyampaikan pustaka program akan secara sah diluncurkan.


Nantinya, secara total bantuan akan dikasih kepada 1 juta penerima senilai Rp1, 2 juta per pelaku usaha. Jadi, dia menganggarkan dana sejumlah Rp1, 2 triliun untuk BLT ini.

Penyaluran dana akan BLT akan dipecah kepada TNI dan Polri, sehingga per instansi akan mengelola Rp600 miliar.

“Rp600 miliar kami sampaikan untuk TNI dan Rp600 miliar untuk Polri untuk diteruskan ke masyarakat, terutama PKL jadi ini dananya Rp1, 2 triliun, ” imbuhnya.

Ani kemudian menjelaskan kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk alat TNI/Polri menyalurkan bantuan tunai (BLT) kepada PKL dan warteg guna menghindari ketegangan antara petugas dan pelaku usaha saat menutup jalan di wilayah PPKM level 4.

Ani mengatakan Jokowi berharap cekcok dan ketegangan yang sempat terjadi di pembubaran PKL masa PPKM Darurat lalu bisa dihindari bila penutupan disertai pembagian BLT.

“Dengan demikian tugas yang dilakukan oleh TNI/Polri di lapangan bisa dipahami oleh masyarakat karena memang kita meminta warung harus tutup atau pindah maka diberikan tumpuan, ” terang Ani.

[Gambas:Video CNN]

(wel/age)