Tebak-tebakan dari Jokowi, Uji Warga Melek Protokol Kesehatan

Tebak-tebakan dari Jokowi, Uji Warga Melek Protokol Kesehatan

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan warga dalam menghadapi virus corona ( covid-19 ). Kali ini, ia menyuguhkannya dalam selingan tebak-tebakan sedang dengan mengajak publik untuk memeriksa seberapa jauh pengetahuan diri soal pemahaman dan pelanggaran  protokol kesehatan selama pandemi ini.

Dalam unggahan di akun twitter (@jokowi) Sabtu (8/8) kemarin, bekas Gubernur DKI Jakarta ini menampakkan sebuah ilustrasi gambar yang menunjukkan aktivitas padat merayap yang menjadi santapan sehari-hari masyarakat urban.

“Sebaik apapun imbauan serta larangan, takkan berguna jika kita tak patuh, ” tulis Jokowi, dikutip CNNIndonesia. com , Minggu (9/8).


Ia pun mengundang publik untuk menebak bersama, apa saja pelanggaran yang dilakukan awak dalam aktivitas sesuai ilustrasi gambar itu. Ada beberapa gambaran sketsa yang merepresentasikan protokol kesehatan covid-19, seperti pemakaian masker dan imbauan jaga jarak dalam berkegiatan di tempat publik, seperti Rumah Makan, Stasiun KRL, hingga tempat olahraga.  

“Nah, apakah Anda dapat menemukan sejumlah pengingkaran atas protokol kesehatan covid-19 di dalam gambar ini? ada berapa pelanggaran yang Anda temukan, ” tanya Jokowi.

[Gambas:Twitter]

Sebagai langkah memperketat penerapan protokol kesehatan covid-19 dalam masyarakat, Jokowi pun telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Peraturan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, yang diteken pada Selasa (4/8) lalu.

Inpres tersebut mengatur soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Dalam poin 5 mengatur sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan. Inpres itu membaca bahwa sanksi berlaku bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, ataupun pengasuh tempat dan fasilitas umum.

Penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan itu diatur lebih lanjut dalam peraturan gubernur, bupati, atau wali tanah air dengan menyesuaikan kearifan lokal sebab masing-masing daerah.

Di dalam Inpres juga mengatur ketentuan sosialisasi informasi atau edukasi cara pencegahan dan pengendalian covid-19 dengan melibatkan partisipasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan bagian masyarakat lainnya.

(khr/gil)

[Gambas:Video CNN]