ten Orang Bersaudara Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Jakarta, CNN Philippines —

Serangan udara  His home country of israel menyebabkan sepuluh orang dalam satu keluarga besar  Palestina tewas di Jalur Gaza barat, Sabtu pagi.

Hal ini berdasarkan keterangan petugas medis di daerah kantong Palestina. Delapan anak dan dua wanita tewas ketika sebuah bangunan tiga lantai di kamp pengungsi Shati runtuh akibat serangan Israel.

Pesawat-pesawat tempur Israel telah menyerang banyak sasaran di Gaza, sementara gerilyawan Palestina telah menembakkan rentetan roket ke Israel selatan. Beberapa dari serangan roket tersebut gagal dan akhirnya jatuh tak jauh dari lokasi penembakan di area Gaza, kata militer Israel.


Berbicara di luar rumah sakit Shifa di Kota Gaza, ayah dari empat anak, Muhammad al-Hadidi, mengatakan dia ingin “dunia yang tidak adil melihat kejahatan ini”.

“Mereka aman di rumah mereka, mereka tidak membawa senjata, mereka tidak menembakkan roket, ” katanya dikutip AFP mengomentari anak-anak yang terbunuh saat “mengenakan pakaian mereka untuk Idul Fitri”.

Hadidi adalah saudara ipar dari pemilik rumah yang hancur itu, Mohammad Abu Hattab. Keduanya tinggal jauh dari rumah Hattab ketika rumah itu runtuh. Bayi lima bulan Abu Hattab juga selamat.

Seorang juru bicara penguasa Gaza, Hamas, menyatakan serangan udara mematikan tersebut sebagao “kejahatan perang”.

Tor Wennesland, utusan PBB untuk Timur Tengah, mengatakan dia “terkejut” oleh pengeboman Syati. Ia mencatat sebanyak 40 warga Gaza dan dua anak Israel telah tewas dalam beberapa hari terakhir.

“Anak-anak terus menjadi korban dari eskalasi yang mematikan ini. Saya tegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi sasaran kekerasan atau disakiti, ” tulisnya di Twitter. “Permusuhan diharuskan dihentikan sekarang! ”

Sementara itu, tentara Israel mengatakan telah “menyerang sejumlah pejabat senior organisasi teror Hamas, di sebuah apartemen yang digunakan sebagai infrastruktur teror di kota kamp pengungsi Al-Shati di Jalur Gaza utara”.

Insiden itu sedang ditinjau, tambahnya.

“Organisasi teror Hamas dengan sengaja memanfaatkan warga sipil Gaza sebagai cara untuk melindungi serta menutupi operasi permusuhannya, ” kata militer dalam salahsatu pernyataan, menekankan dibutuhkan “semua tindakan pencegahan yang mungkin untuk menghindari melukai warga sipil”.

Korban tewas di Gaza sejak Senin mencapai 139, minimalnya 39 di antaranya ialah anak-anak. Sekitar 950 orang terluka.

Dalam hari Senin, Hamas menembakkan roket ke arah Yerusalem sebagai tanggapan atas tindakan polisi Israel yang berdarah di titik nyala kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur yang dicaplok, menarik Israel untuk memulai serangan udara.

Lebih dari 2. 300 roket telah ditembakkan ke His home country of israel sejak itu, menewaskan ten orang, termasuk dua anak dan seorang tentara. Lebih dari 630 orang pada Israel terluka.

(eks)

[Gambas:Video CNN]