Tentara Australia Minum Bir dari Bersantai Palsu Militan Taliban

Tentara Australia Minum Bir dari Bersantai Palsu Militan Taliban

Jakarta, CNN Indonesia —

Para tokoh pemimpin masyarakat  Afghanistan mengutuk potret anggota pasukan khusus  Australia minum alkohol dari bermalas-malasan palsu militan Taliban yang terbunuh.

Foto yang diterbitkan oleh  The Guardian pada Selasa (1/12) membuktikan seorang tentara senior yang masih terdaftar di Angkatan Pertahanan Australia tengah meminum bir dari sebuah kaki manusia di bar tidak resmi di sebuah pangkalan pada Tarin Kowt, ibu kota provinsi Uruzgan pada 2009.

Sementara foto-foto lainnya, menurut seorang tentara, menunjukkan para tantara terang menari dengan kaki yang diambil dari seorang militan Taliban yang tewas dalam serangan di tahun yang sama dan dibawa oleh skuadron saat mereka ditempatkan kembali di Afghanistan.

“Itu adalah tulisan paling menjijikkan, mengejutkan, dan mengerikan yang pernah saya lihat, ” kata Anggota Dewan Provinsi dalam Uruzgan, Hayatullah Fazly kepada The Guardian melalui telepon dari kantornya di Tarin Kowt.

“Lebih menyakitkan ketika Anda memandang bahwa (tentara) ada di sini untuk membantu kami dan menghasilkan kami merasa aman. Itu memberi, ” ujarnya.

Penerbitan gambar tersebut menyusul rilis pasar lalu dari penyelidikan empat tarikh yang telah dihapus atas lagak pasukan khusus Australia di Afghanistan. Penyelidikan itu menghubungkan perlakuan prajurit Australia dengan pembunuhan 39 tahanan, warga sipil, dan perlakuan kejam terhadap dua warga Afghanistan lainnya.

Penyelidikan itu serupa menemukan “informasi yang dapat dipercaya” bahwa 25 orang yang bekerja atau mantan personel ADF sudah terlibat dalam kejahatan berat. Tak satu pun dari korban dengan diduga adalah kombatan.


Satu telaahan insiden, yang banyak disunting di laporan, digambarkan sebagai “mungkin babak paling memalukan dalam sejarah tentara Australia”.

Menanggapi pengkajian tersebut, Australia telah membentuk kantor penyelidik khusus untuk mengadili perkiraan kejahatan yang dirinci dalam petunjuk tersebut.

Juru Bicara Komisi Hak Asasi Manusia Mandiri Afghanistan, Zabiullah Farhang mengatakan foto-foto itu menunjukkan tentara Australia “tidak menghormati kehidupan warga Afghanistan di sini”.

“Ini benar-benar pelanggaran hak asasi manusia global dan juga kejahatan perang. Ana menyambut baik upaya perdana menteri Australia dalam membentuk (kantor) buat menyelidikinya, ini akan membantu menemukan lebih banyak kejahatan, ” logat Farhang.

“Kami meminta pemerintah Australia untuk mendengar & menerima tuntutan para korban… (untuk membantu) membawa yang bertanggung tanggungan ke pengadilan. Pansus juga harus memfasilitasi agar para korban bisa langsung menghubungi mereka, ” tuturnya.

Direktur Asosiasi Asia untuk Human Rights Watch, Patricia Gossman mengatakan jaksa penuntut menetapkan “menyelidiki rantai komando” dan menodong pertanggungjawaban perwira senior jika itu mengetahui dugaan kejahatan itu sekaligus karena gagal mencegah atau menghukum mereka yang bertanggung jawab.

“Pemerintah Afghanistan harus berbicara untuk para korban dan menuntut penyelidikan menyeluruh dan independen tempat semua kejahatan yang dituduhkan, penuntutan mereka yang bertanggung jawab, dan kompensasi yang memadai dan segera kepada orang-orang Afghanistan yang dirugikan oleh kejahatan ini, ” kata Gossman.

Sementara itu, Aktivis Sipil di kota Balkh, Hassan Anwari, menuturkan perilaku dengan didokumentasikan dalam laporan dan gambar-gambar itu akan memperkuat propaganda Taliban tanpa mekanisme akuntabilitas yang berpengaruh.

“Melihat kekejaman yang dilakukan arah nama pasukan koalisi internasional, mau meningkatkan ketidakpercayaan kita terhadap mereka dan meningkatkan kemungkinan bahwa gerombolan negara lain mungkin juga sudah melakukan hal-hal seperti itu pada rakyat kita, ” ujarnya.

“Ini juga akan memperkuat Taliban dalam propaganda mereka melawan pasukan internasional. Saya sangat meminta badan yang bertanggung jawab untuk memeriksanya, ” kata dia.

(ans/dea)

BERTAMBAH BANYAK DARI KOLUMNIS