tujuh Cara Tidur Nyenyak Meski Banyak Pikiran dan Overthinking

Jakarta, CNN Indonesia —

Overthinking , penuh pikiran selalu  bisa mewujudkan orang susah tidur . Otak serasa enggan diajak beristirahat dan terus saja ‘bekerja’. Keramaian kepala ini tanpa sadar membuat sembrono melek atau Anda membuktikan memejamkan mata tapi tidak kunjung tidur.

Kalau sudah begini, Anda tidur terlalu larut & merasa lemas keesokan harinya. Lalu, ketika ini terus berulang, apa yang harus dilakukan?

1. Tulis ‘to-do-list’

Pikiran-pikiran yang memenuhi otak Anda tidak selalu jalan negatif. Bisa saja ada rencana yang esok hari akan dilakukan, belanja bulanan setelah sekian lama tak keluar rumah atau kencan virtual. Sebenarnya Anda mampu saja membahas dan membina perencanaan di siang hari. Namun saat ini tak sempat dilakukan dan menyusun otak terus memikirkannya, bertambah baik ambil notes serta tulis apa yang Kamu pikirkan.


Sebuah studi baru-baru ini menemukan mencatat daftar tugas (to-do-list) mendirikan orang tertidur 9 menit lebih cepat daripada merekam tugas yang sudah diselesaikan. Makin panjang dan rinci daftarnya, makin cepat pula tidurnya. Para ahli memandang menulis ‘to-do-list’ di atas kertas membantu menjernihkan budi, berhenti, dan merenungkan.

2. Baca sendi

Ketika tak bisa tidur, orang cenderung menyentuh gawai dan mengakses media sosial. Padahal ini malah akan membuat Anda makin tak bisa terbaring. Sebaiknya baca buku ataupun novel untuk mendistraksi lantaran sesuatu yang mengganggu jalan.

Membaca tampang sebenarnya juga membantu Anda tidur meski tidak memiliki masalah dengan tidur. Sediakan waktu 20-30 menit sebelum tidur untuk membaca.

Irama dan Napas

BACA HALAMAN BERIKUTNYA