Warga Boleh Melayat Jenazah Covid-19, Tidak Lebih dari 30 Orang

Warga Boleh Melayat Jenazah Covid-19, Tidak Lebih dari 30 Orang

Jakarta, CNN Indonesia —

Tim Komunikasi Publik Konglomerasi Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan keluarga bisa melayat jenazah pasien terinfeksi  virus corona (Covid-19). Namun, jumlah karakter yang hadir dilarang lebih sebab 30 orang.

“Disarankan keluarga yang hendak melayat tidak lebih dari 30 orang, ” kata Reisa di Graha BNPB, Jumat (17/7).

Reisa menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan zaman prosesi pemakaman berlangsung. Menurut Reisa, penularan virus corona lewat jenazah bisa saja terjadi.


Para pelayat pun harus menghiraukan jaga jarak satu sama lain minimal dua meter.

“Pertimbangan ini adalah untuk menghalangi penyebaran antar pelayat, jika berlaku, bisa saja sumber penularannya tidak jenazah tapi kerumunan itu sendiri, ” ujarnya.

Bertambah lanjut, Reisa mengatakan jenazah selalu tak disarankan disemayamkan di panti duka atau tempat ibadah. Setelah diberangkatkan ke rumah sakit, jenazah sebaiknya segera menuju krematorium ataupun dimakamkan.

Kemudian aktivitas keagamaan dalam kirab pemakaman sebaiknya mengikuti aturan yang berlaku, dengan tetap menghormati dasar jenazah.

“Tetap ditegaskan bahwa martabat, budaya, dan agama jenazah harus dihormati. Misalnya aturan menyalatkan jenazah agama Islam dilakukan sesuai fatwa MUI nomor 18 tahun 2020, serahkan pada ahlinya, ” katanya.

Aturan pemakaman jenazah Covid-19 telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan HK. 01. 07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan & Pengendalian Corona Virus Disease yang diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Senin (13/7).

Hingga hari ini, Jumat (17/7), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 83. 130 orang. Dari jumlah itu, 41. 834 orang dinyatakan sembuh serta 3. 957 orang lainnya wafat dunia.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]