Zona Hijau di Bali Bahan Dibuka untuk Pariwisata

Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur Bali Wayan Koster   mengaku telah menyiapkan skema pembukaan sektor wisata di  Bali khusus di zona hijau atau wilayah yang minim efek penularan virus corona (Covid-19).

Nantinya sektor pariwisata yang telah dibuka bakal mengizinkan wisatawan dalam negeri maupun pelancong dibanding luar negeri berkunjung ke destinasi tersebut.

“Kami bersama Pak Menteri itu merumuskan zona hijau. Dan zona hijau tersebut adalah zona yang nantinya yang akan boleh dikunjungi wisatawan domestik maupun juga wisatawan mancanegara, ” introduksi Wayan dalam acara vaksinasi massal bagi petugas daerah pariwisata dan transportasi dengan disiarkan secara daring menggunakan kanal YouTube, Kementerian Kesehatan tubuh RI, Minggu (28/2).


Wayan menjelaskan percepatan pelaksanaan vaksinasi di Bali bertujuan untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata yang lumpuh ditempa pandemi yang telah berlaku hampir genap setahun dalam Indonesia.

Ia meminta masyarakat Bali mendukung program vaksinasi agar sektor pariwisata dan ekonomi di Pulau Dewata itu dapat berangsur membaik.

“Di Provinsi Bali dasar sektor pariwisata ini menjadi salah satu target yang akan kami lakukan percepatan dalam vaksinasi, ” tegasnya.

Wayan menodong warga dan pelaku pariwisata tak perlu lagi ragu terhadap keamanan vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah. Sebab secara pribadi, Wayan sudah rampung mendapat dua jumlah suntikan vaksin asal perusahaan China, Sinovac, pada Januari lalu.

“Mudah-mudahan dengan demikian apa yang menjadi harapan masyarakat semasa ini, kita sudah mulia tahun mengalami masalah pandemi ini, itu sudah sangat memberatkan maka upaya agenda vaksinasi ini harus kita dukung secara bersama-sama, ” pungkas Wayan.

Sementara itu, vaksinasi pada Indonesia telah memasuki tahap kedua. Pada tahap kedua pemerintah menargetkan bakal menyuntik sebanyak 26, 1 juta lansia, dan 17, 5 petugas pelayanan publik.

Departemen Kesehatan pun telah menetapkan kriteria kelompok petugas penyajian publik yang menjadi penyambut vaksin tahap kedua tersebut. Mereka yang dimaksud antaralain adalah pedagang pasar, gaya pendidik, tokoh agama, pengantara rakyat, pejabat pemerintah serta aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian aparat keamanan; petugas pariwisata, hotel, dan restoran; pelayan jemaah yang termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan kepala perangkat dukuh. Selanjutnya, pekerja transportasi umum, atlet, hingga wartawan ataupun pekerja media.

(kha/fea)

[Gambas:Video CNN]